<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>agushermawan</title>
	<atom:link href="http://agushermawan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agushermawan.com</link>
	<description>"Blog Belum Jadi"</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Jan 2010 13:02:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Lost in Cikole (1)</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/12/29/tersesat-1/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/12/29/tersesat-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 01:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[cikole]]></category>
		<category><![CDATA[Palawa]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[tersesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[KAMIS (24/12) selepas maghrib, saya mendapat kontak dari Gusur, teman KGC (Kompas Gramedia Cyclist) yang mengabarkan seorang teman tersesat saat offroad bersepeda di trek Cikole, Lembang Saya kebetulan sedang ternak teri di Yogya, segera menepikan kendaraan dan mengontak, Gun, teman yang dilaporkan tersesat itu.
Begitu terhubung, terdengar nada panik, was-was, nafas terengah-engah dan mungkin sieun darinya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KAMIS (24/12) selepas maghrib, saya mendapat kontak dari Gusur, teman <a href="http://www.kgcyclist.com">KGC</a> (Kompas Gramedia Cyclist) yang mengabarkan seorang teman tersesat saat offroad bersepeda di trek Cikole, Lembang Saya kebetulan sedang ternak teri di Yogya, segera menepikan kendaraan dan mengontak, Gun, teman yang dilaporkan tersesat itu.<br />
Begitu terhubung, terdengar nada panik, was-was, nafas terengah-engah dan mungkin sieun darinya. &#8220;Saya enggak tahu di mana, bah. Di tengah hutan, gelap dan enggak tahu jalan pulang !!&#8221;.<br />
<span id="more-100"></span>Rupanya Gun, yang malam itu rencananya berkemah bersama keluarga menyempatkan diri gowes ke trek Cikole, menjelang sore. Trek Cikole sebenarnya cukup familiar bagi para pesepeda offroad. Dengan vegetasi pinus seperti hutan-hutan di seputaran utara Bandung, trek itu cukup menyenangkan untuk dicumbui.<br />
Saya mencoba menenangkan Gun, dan meminta menghidupkan GPS di BB-nya, tadinya biar kita tahu lokasi dia di mana dan dari maps bisa mengarahkan dia ke mana. Tetapi rupanya, dia seperti &#8220;monyet ngagugulung kalapa&#8221; alias enggak tahu make GPS di BB. Jika dihubungi nada bicaranya semakin panik, nafas terengah, dan siga rek ceurik&#8230; <img src='http://agushermawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sebuah gejala yang wajar.<br />
Peta yang saya terima lewat BBM&#8211; saya teruskan juga ke Gusur&#8211; hanya mengirimkan peta dasar, yang menandakan dia berada di seputaran Sumedang. Rasanya agak tidak mungkin. Padahal jika dia kenal memakai GPS di BB, setidaknya akan ketahuan posisi kita berada di mana. Gusur yang lumayan gape membaca peta juga rupanya kesulitan mengetahui lokasi persis Gun di hutan.</p>
<p>Saya mencoba mengontak teman-teman Kompas Bandung, beberapa rupanya offline, mungkin sedang berlibur Natal. Alex dan Kang DMU, teman Kompas Bandung, yang berhasil dihubungi sedang mengarah ke Jakarta tetapi dia akan mencoba mencari bantuan,<br />
Semakin malam, sekitar pukul 20.00 saya kirim BBM Kang Bano&#8211; teman saya di klub pecinta alam Palawa Unpad&#8211;perihal adanya teman<br />
yang tersesat di Cikole. Rupanya, Bano meneruskan pesan saya itu ke Kang Onath. Dasar Palawa sejati, si senior yang jago motret itu  dari Bandung langsung mengontak saya di Prambanan, malam itu. Saya ceritakan kronologis kejadian. Ke Bano dan Kang Onath, saya sempat bilang, tahan dulu untuk bergerak. Siapa tahu, Gun bisa menemukan perkampungan&#8230;<br />
Saya pun tetap menjaga kontak dengan Gun. Bagaimana pun untuk menjaga baterei ponsel, kontak dengannya harus dibatasi. Saya sempat khawatir, ketika dia bilang melihat kerlip lampu di rumah penduduk. Khawatir dia menerobos dan memaksa &#8220;mengejar&#8221; perkampungan itu, yang menurutnya &#8220;dekat dan sudah terdengar suara adzan&#8221;.</p>
<div id="attachment_102" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-102" title="dari FB Gun" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/12/gun-150x150.jpg" alt="Wajah panik saat trsesat di hutan. Tx tmen2 Palawa Unpad" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Wajah panik saat trsesat di hutan. Tx tmen2 Palawa Unpad</p></div>
<p>&#8220;Kumaha ya, di depan saya jurang, kiri kanan juga gawir,&#8221; katanya. Saya teringat, beberapa kejadian konyol dari orang tersesat di gunung atau hutan adalah mencoba mendekat kerlip lampu dengan menerobos medan yang tidak memungkinkan.. Mereka terjerumus ke jurang dan akibat fatal.</p>
<p>Bagaimana pun, kejadian tersesat seperti ini bisa menjadi &#8220;lain ceritanya dan bisa panjang&#8221; jika salah langkah.<br />
Saya sarankan&#8212; seperti juga saran Cak Kris, pentolan KGC&#8211; sepedanya ditinggal saja di hutan dan coba berjalan kaki jalan makadam, dengan asumsi jalan seperti itu mengarah ke perkampungan. Akhirnya, dia memutuskan kembali naik ke trek dan mencoba menemukan makadam.<br />
Alhamdulillah, sekitar pukul 21.00 lewat dia tiba di sebuah kampung berpenduduk. Namanya, Cikareumbi, Cikidang Lembang.. lumayan jauh dari Cikole.<br />
Saya segera mengontak Kang Onath, dan mengabarkan hal itu.  Waduh, ternyata Kang Onath memang Palawa sejati. Dia bersama Kang Opik sudah mengarah ke lokasi untuk meng- SAR Gun. Mendengar kabar terbaru, Kang Onath dan<br />
Kang Opik pun segera memutuskan untuk tetap menjemput Gun di Cikidang dan mengembalikannya ke keluarganya di Camping Ground Cikole, malam itu juga&#8230;<br />
Gun setelah dievakuasi Kang Onath dan Opik, sangat bersyukur. Dia bilang harus bagaimana kepada teman-teman itu. Saya sampaikan, cukup peluk mereka: &#8220;Mereka ada saudara-saudara sejati saya&#8230;<br />
Malam itu saya kembali mendapat kepastian satu hal yang tidak meragukan, &#8220;teman, para sahabat adalah segalanya, dan tak ternilai&#8230;&#8221;<br />
Atas nama pribadi, Gun dan KGC saya mengucapkan hatur nuhun pisan kepada Kang Onath, Kang Opik yang sudah mau direpotkan&#8230;.<br />
Viva Palawa Brotherhood !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/12/29/tersesat-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto SBY, Jamu Soeharto..</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/07/31/soto-sby-jamu-soeharto/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/07/31/soto-sby-jamu-soeharto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 04:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaman Baheula]]></category>
		<category><![CDATA[Sental-Sentil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[WAKTU jaman Orde Baru dulu, kayaknya kalo enggak salah, semasa saya SMP, ada merek jamu yang sangat terkenal. Jamu Soeharto, namanya. Jamu itu dipercaya orang kampung saya bisa menggemukan badan. Enggak tahu benar tidaknya, cuma beberapa tetangga saya, memang mengaku, setelah  minum itu jamu, badannya jadi menggemuk. Kelihatan sekali perubahan fisiknya. Pipi mereka jadi tembem-tembem. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://picasaweb.google.com/agusher/GambarBlog#5364475092918722386"><img class="pie-img alignleft" style="margin: 10px;" title="warungbebek" src="http://lh4.ggpht.com/_mUjwek-9ABA/SnJxrL_Z31I/AAAAAAAAJFE/Qi-H0U8s3l0/s160-c/sby.jpg" alt="sby.jpg" width="160" height="160" /></a>WAKTU jaman Orde Baru dulu, kayaknya <em>kal</em>o enggak salah, semasa saya SMP, ada merek jamu yang sangat terkenal. Jamu Soeharto, namanya. Jamu itu dipercaya orang kampung saya bisa menggemukan badan. Enggak tahu benar tidaknya, cuma beberapa tetangga saya, memang mengaku, setelah  minum itu jamu, badannya jadi menggemuk. Kelihatan sekali perubahan fisiknya. Pipi mereka jadi tembem-tembem. <em>Chubby..! <img src='http://agushermawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </em>&#8221; Coba deh minum jamu Soeharto,&#8221; katanya. Pokoknya, setelah minum jamu yang mereknya mirip nama Presiden saat itu, rakyat pun bisa tampak makmur, seperti para pemimpinnya. Gemuk ,lama dianggap sebagai lambang kemakmuran..<span id="more-93"></span><br />
Katanya, setelah minum jamu Soeharto, nafsu makan jadi bertambah. Mungkin ada atau tidak ada lauk, nasi plus garam pun enak saja dimakan.  Pokoknya bawaannya, lapar melulu. Selain itu, menurut para peminum jamu, mereka juga menjadi <em>ngantukan. </em>&#8220;<em>Tunduh </em>terus,&#8221; Maklum, di kampung kan mau <em>siesta </em>atau tidur siang jam berapa pun tinggal <em>merem</em>. Selain karena umumnya mereka bukan orang kantoran, mereka biasanya cuma pekerja lepas atau  petani penggarap. Bahkan, kebanyakan pengangguran, putus sekolah.<br />
Belakangan saya agak mengerti, kenapa orang yang makan jamu Soeharto itu, menjadi gemuk. Terang aja <em>cepet</em> gemuk,<em> lha</em> kerjanya cuma makan dan tidur!<br />
Pokoknya, walaupun belum ramai musim iklan atau <em>campaign manager, </em> kepopuleran jamu Soeharto semakin menjadi-jadi. &#8220;Ingin gemuk, makan jamu Soeharto!&#8221;<em> Tagline</em> itu bukan bikinan si pabrik jamu, tetapi  beredar dari mulut ke mulut. <em>Gethok tular..</em><br />
Begitulah, rupanya kepopuleran jamu Soeharto itu tak terbendung. Boleh jadi penguasa Orde Baru resah juga. <em>Lha, masak</em> nama Presiden disamakan dengan merek jamu. Seolah-olah pula, menjadi presiden itu urusannya cuma soal kegemukan alias kemakmuran. Kalau diteruskan pertanyaannya<em> kan</em> jadi repot. Kemakmuran itu hartanya didapat dari mana. Apakah presiden itu kerjanya pidato,  makan dan tidur, makanya gemuk. Enak betul jadi presiden&#8230;<br />
Mungkin setelah itu, seingat saya, merek jamu itu menghilang. Para pengguna jamu maupun calon pengguna jamu pun  yang ingin seperti Soeharto, eh,<em> pengen</em> gemuk pun bertanya-tanya. Mereka mencari-cari ke berbagai toko obat, warung jamu hingga ke Mbak Jamu Gendhong.. Jamu Soeharto lenyap, hilang dari pasaran! Entah diculik atau disukabumikan, pokoknya jamu Soeharto seperti ditelan bumi.<br />
Beberapa lama kemudian, muncul jamu dengan merek lain. Kalau tidak salah, namanya, Jamu Jawadwipa. Sama-sama, disebutkan jamu merek baru itu buat menggemukan badan. Bisik-bisik, kemudian beredar, nama Soeharto dilarang dipakai untuk  merek  jamu. Pemiliknya sudah ditegur oleh penguasa Orde Baru&#8211;yang organnya ada hingga ke tingkat RT&#8211;untuk mengganti merek jamunya. Maklum, kultus individu sudah terjadi terhadap penguasa Orde Baru itu.  Jadilah, merek Soeharto diganti menjadi jamu Jawadwipa. Waktu itu saya belum menjadi wartawan&#8211; masih pake celana pendek, masak jadi wartawan&#8230;? <img src='http://agushermawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8212; jadi tidak pernah mengecek dan mer<em>echeck</em> kebenaran cerita itu, yang sebagian saya dengar dari mencuri pembicaraan orang dewasa.<br />
<a href="http://picasaweb.google.com/agusher/GambarBlog#5364475614686748786"><img class="pie-img alignleft" style="margin: 10px;" title="sotosby" src="http://lh3.ggpht.com/_mUjwek-9ABA/SnJyJjumIHI/AAAAAAAAJFM/zdBzUt0Jn9k/s160-c/sb2.jpg" alt="sb2.jpg" width="160" height="160" /></a>Ingatan masa kecil saya itu, terbuka kembali beberapa hari lalu. Pertama, saat saya melewati kawasan Pondok Pinang. Lainnya, saat mengantar mantan pacar saya ke Pasar Modern BSD. Di Pondok Pinang saya lihat ada warung soto ayam SBY. Di bilangan BSD,  bebek bakar nasi uduk SBY. Sayang, saya belum sempat mampir ke warung-warung itu. Jadi, saya belum sempat bertanya-tanya apakah merek SBY dimaksud itu singkatan dari Susilo Bambang Yudhoyono, yang menyebut dirinya SBY. (&#8220;Ini bukan isu, bukan gosip, bukan rumor, ini data intelejen&#8230;) ? Atau, SBY itu singkatan dari nama kota, Surabaya yang memang lama dikenal dengan singkatan SBY, seperti halnya Bandung dengan BDG, atau Jakarta dengan JKT?</p>
<p>Saya cuma khawatir saja, enggak lama kemudian, kreativitas merek warung soto dan nasi uduk itu segera berakhir. Mungkin pikiran itu muncul karena trauma masa kecil saya, yang hidup di jaman Orde Baru. Bisa saja kan, di jaman yang (katanya) kini  Orde Sangat Baru kini, ada keberatan dari pihak atau mengaku pihak SBY. <em>Lha, kan</em>.. jangan sampai misalnya, muncul pikiran orang yang membaca nama SBY di warung itu mikirnya, macem-macem. &#8220;<em>Wah</em>, Pak SBY sekarang buka warung soto,&#8221;. Apalagi kalau dipolitisir, &#8220;Wah, setelah habis-habisan kampanye pilpres kemarin, modalnya habis jadi nyari tambahan bikin warung soto dan bebek bakar,&#8221; &#8220;<em>Wah,</em> buat <em>gantiin</em> dana yang <em>kepake </em>buat iklan mirip indomie, sekarang malah bikin warung soto mie..&#8221;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/07/31/soto-sby-jamu-soeharto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalur Sepeda di Kota, Mana Ahlinya ?</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/06/12/jalursepeda/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/06/12/jalursepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 01:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[SEMAKIN banyak orang bersepeda. Berbagai macam alasan menyertainya. Berolahraga, alat transportasi, ikut trend atau sekedar gaya-gayaan. Goweser yang bersepeda ke kantor pun tambah membanyak. Frekwensinya dari yang sepekan sekali, dua, tiga dan tiap hari. Cuma ya itu, tadi bersepeda memasuki Jakarta harus siap dengan resiko. Bukan melulu udara yang penuh polusi, tetapi juga resiko disenggol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEMAKIN banyak orang bersepeda. Berbagai macam alasan menyertainya. Berolahraga, alat transportasi, ikut trend atau sekedar gaya-gayaan. Goweser yang bersepeda ke kantor pun tambah membanyak. Frekwensinya dari yang sepekan sekali, dua, tiga dan tiap hari. Cuma ya itu, tadi bersepeda memasuki Jakarta harus siap dengan resiko. Bukan melulu udara yang penuh polusi, tetapi juga resiko disenggol kopaja, metro mini atau motor yang selalu ngebut minta ampun.<br />
Banyak orang mendambakan, Jakarta memiliki jalur sepeda. Pemerintah di negara maju, banyak yang sudah menyediakan jalur aman buat sepeda. Lengkap dengan rute dan tanda-tanda. Bahkan, di Bogotta, Kolombia&#8212; yang jalur buswaynya gagal dicontek Jakarta dengan transjakarta&#8211; jalur sepeda mengular dari kampung-kampung mengepung kota.<br />
Seperti juga transjakarta, yang dibangun setengah hati, dan menuju jurang kegagalan sebagai sebuah sistem transportasi massal, Sang Ahli yang mengurus Jakarta rupanya belum tertarik membuat jalur sepeda seperti kota yang diconteknya.<br />
Bahwa, Sang Ahli sering ikut-ikut bersepeda saat ada acara sepeda riang ria (funbike) itu soal lain. Bisa karena tuntutan seremonial sebagai pejabat yang terpaksa harus hadir dalam acara-acara masyarakat. Atau, bisa juga lebih rajin misalnya, untuk kepentingan kampanye apapun. Apalagi jika Presiden sampai tandem berdua nyonya bersepeda, masak gubernur tidak ikut bukan?<br />
Pilihannya memang cuma dua:<br />
<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-84" title="lajursepeda-palembang" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/06/lajursepeda2-150x150.jpg" alt="lajursepeda-palembang" width="150" height="150" />1. Tidak perlu menuntut pemkot/pemda minta jalur sepeda, banjiri saja kota<br />
dengan sepeda sampai akhirnya pengelola kota, menilai masyarakat memang perlu<br />
jalur sepeda<br />
2. Pemerintah lebih maju dan cerdik: sediakan jalur sepeda yang nyaman dan aman,<br />
dan masyarakat diarahkan untuk menggunakan sepeda.<br />
Tidak seperti Jakarta, pemerintah kota Palembang rupanya memilih cara ke dua. Baru-baru ini mereka membuat jalur sepeda. Sebuah langkah yang patut didukung bersama.<br />
Selamat untuk masyarakat Palembang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/06/12/jalursepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Survei Bebek Panggang</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/05/18/survei-funbike/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/05/18/survei-funbike/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 08:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[funbike]]></category>
		<category><![CDATA[KGC]]></category>
		<category><![CDATA[survey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[TERNYATA sepedaan pagi-pagi banget terbukti lebih cepat. Hari masih gelap, sekitar pukul 05.30 start gowes hanya sekitar 50 menit saja sudah tiba di pelataran kantor. Biasanya sejarak 27 kilometeran itu ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menitan. Cuma memang perjalanan Minggu (17/5) pagi tadi lewat jalan depan alias Ciputat-LebakBulus- Kebayoran Lama. Biasanya, sih lewat Bukit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TERNYATA sepedaan pagi-pagi banget terbukti lebih cepat. Hari masih gelap, sekitar pukul 05.30 start gowes hanya sekitar 50 menit saja sudah tiba di pelataran kantor. Biasanya sejarak 27 kilometeran itu ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menitan. Cuma memang perjalanan Minggu (17/5) pagi tadi lewat jalan depan alias Ciputat-LebakBulus- Kebayoran Lama. Biasanya, sih lewat Bukit Dago Tol-Jl Merpati-Jl Kompas- Pengairan-Bintaro Tanah Kusir. Pagi hari juga udara agak lebih bersih dan segar, dan lalu lintas masih lengang..</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-76" title="KGC Brotherhood" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/survey2-150x150.jpg" alt="KGC Brotherhood" width="150" height="150" />Sengaja berangkat pagi, ceritany mau ikutan survey buat funbike ulang tahun Kompas, Juni mendatang. Kali ini <a href="http://www.kgcyclist.com">KGC </a>kembali mendapat tugas menyelenggarakan funbike. Sudah terbukti kok, beberapa kali KGC bikin kegiatan serupa dan sukses-sukses saja. (Dan yang jelas, bisa menghemat banyak alias gak muahal&#8230; ha..ha). Seringkali kita malah mikir, kalau ada pihak di luar kantor ngajak kita untuk bikin funbike, bisa saja kita tangani ha..ha. Bukan untuk tujuan komerasial tentu. Tidak pantas ya rasanya kalau memanfaatkan komunitas untuk kepentingan komersial. Jadi ya untuk tujuan sosial dan memperlebar persaudaraan penyepeda saja. Sekalian memasyarakatkan sepeda dan menyepedahkan masyarakat&#8230; lha? (Slogan Orba Mode: ON)<span id="more-74"></span></p>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-75 alignright" title="Kasta Seli KGC" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/survey1-150x150.jpg" alt="Kasta Seli KGC" width="150" height="150" />Peserta survei lumayan juga. Tidak sempat menghitung pasti, karena enggak ada kertas absen. Kayaknya, sekitar 22-25 orang deh. Lumayan banyak. Cuma enggak sempat ditanya juga, apakah kita ini ikhlas mau survei apa lebih tertarik ke kulineran sesudahnya, seperti ditawarkan Cak Kris.. <img src='http://agushermawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Ketua Dewan Syuro itu pula yang membagi kita menjadi 2 tim. Tim Pertama : Kompas- BPK- Semanggi-Bunderan HI&#8211; (memutar) Jl MH Thamrin&#8211;naik Semanggi&#8211; Pintu Barat. Tim lainnya: sama cuma pulangnya lurus ke arah Patung Pemuda dan memutar di situ&#8230;</p>
<p>Se<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-77" title="survey bebek panggang" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/survey3-150x150.jpg" alt="survey bebek panggang" width="150" height="150" />telah mensurvei rute dan kawasan finish selesai di Senayan, ya kita rame-rame menuju kawasan Patih Unus.Di situ ternyata sudah berjejer sejumlah motor besar. Sudah tahu kan teka-teki, bedanya penyepeda dan pemotor gede? Keyword jawabannya: besar dan kecil&#8230; He..he..</p>
<p>Di Pati Unus banyak pilihan menu. Kulineran. Menunya? Nasi hainan bebek panggang atau Mie Bebek Panggang&#8230;. hmmm&#8230; Kalau begini, bisa juga dibikin saja survei tiap minggu&#8230; ha..ha</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/05/18/survei-funbike/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masker Angker</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/05/05/masker-angker/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/05/05/masker-angker/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 02:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[masker]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[sepedaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[BAHWA sepedaan bikin sehat dan bugar badan, mungkin iya. Tetapi,  bahwa udara di Jakarta sangat jahanam sudah pasti. Polusi kota paling semrawut itu selalu masuk jajaran juara kota terpolutif di dunia. Nah, satu cara untuk tetap sehat gowes di Jakarta ya andalan kita cuma masker. Sudah berbagai jenis masker saya coba. Masker yang sebenarnya buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-66" title="ragam masker" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/img_2979.jpg" alt="ragam masker" width="229" height="152" />BAHWA sepedaan bikin sehat dan bugar badan, mungkin iya. Tetapi,  bahwa udara di Jakarta sangat jahanam sudah pasti. Polusi kota paling semrawut itu selalu masuk jajaran juara kota terpolutif di dunia. Nah, satu cara untuk tetap sehat gowes di Jakarta ya andalan kita cuma masker. Sudah berbagai jenis masker saya coba. Masker yang sebenarnya buat motoran saja,  saya pernah coba edikitnya tiga jenis. Ada jenis yang cebanan alias Rp 10 rebuan. Bentuknya, kayak topeng ninja. Pas dipake ya ampun, bukannya sehat malah engap. Bukan cuma bau karet, tetapi bau lem aibon juga terasa banget. Jangan-jangan kalau dipake terus malah ketagihan<em> ngelem</em>. Ada juga masker motor yang lumayan, harganya kalo enggak salah sekitar Rp 50 rebuan. Katanya, sih ada filter karbonnya segala jadi bisa menyaring polusi udara. <span id="more-65"></span>Sebenarnya masker ini lumayan enak, nafas masih bisa lancar. Pernah juga dikasih Om Nug, kuncen Humas Kompas Gramedia masker yang serius. Bentuknya kayak moncong babi. Waktu meliput musibah tsunami di Banda Aceh, akhir 2004 lalu, masker ini teruji efektif, beragam bau tidak masuk. Boleh jadi, saringannya bagus juga menyaring polusi. Cuma kalo dipaker terasa berat, dan sepertinya kita gowes saat perang kimia.<br />
Nah, belakangan saya pake masker paling anyar. <img class="alignright size-full wp-image-67" title="totobobo" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/img_1162.jpg" alt="totobobo kucel" width="167" height="223" /><br />
Namanya masker <a href="http://www.totobobo.com">totobobo</a>. Saya beli di Sekretariat B2w Jl Wijaya Jaksel. Masker ini harusdiakui paling nyaman. Bentuknya unik, simple banget seperti transparan bening. Ibaratnya, selain kita masih nyaman bernafas senyum kita pun masih kelihatan ha..ha.. Harganya sekitar Rp 100 ribuan. Dengan masker ini,  saringan (filter)nya terlihat cepat kotor. Filter di masker totobobo itu semakin meyakinkan bahwa udara di Jakarta memang angker.</p>
<p>Tidak diragukan lagi polusi udara Jakarta memang edan. Menurut Om Inu Febiana, senior gowes saya di B2W, idealnya sepekan sekali diganti tuh filter totobobo. Saya malah sempat mikir, kalo melihat bentuk filter pasca dipake dipake 2 hari saja jalan ke Jakarta sepertinya, tiap 2 harian sudah layak ganti. Beruntung, filter penggantinya ada yang jual. Kalau filternya enggak dijual repot juga ya? Tadinya saya sempat mikir, mencari cara mengganti filter. Om Inu usul, menggunakan saringan teh buat di dapur. Saya malah mikir menggantinya pake saringan dari bahan lain yang biasa dipake&#8230;. &#8212;ttttttiiiitt&#8212;.. (sensor). Cuma ya itu tadi, kalau make yang terakhir pasti pas gowes mikirnya jadi macem-macem.. ha..ha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/05/05/masker-angker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cipika Cipiki</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/04/21/cipika-cipiki/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/04/21/cipika-cipiki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 01:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sental-Sentil]]></category>
		<category><![CDATA[cipika]]></category>
		<category><![CDATA[cipiki]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Entah dari mana asalnya,  sudah agak lama saya perhatikan aksi cipika-cipiki sudah seperti sudah menjadi kebiasaan orang kita. Sudah membudaya malah. Apalagi pejabat, wah setiap bertemu, : salaman terus dilanjutkan dengan cipika cipiki. Cium pipi kiri, cium pipi kanan. Menempelkan satu-satu bagian pipinya ke pejabat lainnya. Belakangan, malah tidak hanya melanda pejabat tetapi sepertinya sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah dari mana asalnya,  sudah agak lama saya perhatikan aksi cipika-cipiki sudah seperti sudah menjadi kebiasaan orang kita. Sudah membudaya malah. Apalagi pejabat, wah setiap bertemu, : salaman terus dilanjutkan dengan cipika cipiki. Cium pipi kiri, cium pipi kanan. Menempelkan satu-satu bagian pipinya ke pejabat lainnya. Belakangan, malah tidak hanya melanda pejabat tetapi sepertinya sudah memasyarakat.  Kalau perempuan atau wanita sih biasa melakukan itu. Saya maklum, dan senang memperhatikannya. Mungkin cipika cipiki itu ungkapan rasa rindu, rasa sayang, rasa kangen, rasa-rasa baik lainnya. Biasa juga dilakukan kalau ada spesial moment, seperti ulang tahun, berhasil mencapai sesuatu  atau baru mendapat penghargaan ini-itu. Biasanya dari mulutnya juga ramai terungkap rasa kangen atau rindu mereka. &#8220;Gimana jeng, apa kabar jeng?  Suami masih kerja di tempat lama? anak-anak bagaimana? Si Putri katanya udah tunangan ya? &#8221; dan seterusnya.<span id="more-61"></span></p>
<p>Seingat saya&#8211; ini juga kalau tidak salah&#8211;kebiasaan itu mulai ramai waktu jaman Pak BJ Habibie menjadi Menristek dan seterusnya menjadi Wakil Presiden. Nah, beliau kan memimpin satu organisasi yang namanya ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia). Setiap ada acaraPak Profesor, saya lihat di televisi, terlihat di televisi acara cipika-cipiki itu berlangsung. Kebiasaan itu mengental sejak jaman Orba hingga Orbaba (Orde Baru Banget) kini. Saya sungguh tidak tahu, apakah cipika-cipiki itu kebiasaan muslim atau orang Arab. Katanya, orang Arab juga kalaupun melakukan itu hanya satu pipi sajalah. Entahlah, saya sedang terus berusaha mencari referensi soal cipika cipiki itu. Syukur-syukur ada yang segera memberi  tahu, cerita jadi saya perburuan saya soal referensi cipika-cipiki itu segera berhenti&#8230;</p>
<p>Cuma saya terus terang agak geli juga kalau melihat bapak-bapak melakukan cipika cipiki itu. Wah, paling deg-degan deh pas saya datang ke satu acara terus ternyata di situ ada &#8220;kebiasaan&#8221; cipika cipiki bapak-bapak. Waduh, kalau dengan tante-tante atau wanita idaman sih saya enggak pernah nolak untuk melakukan itu. Bahkan, seringkali malah mencuri-curi kesempatan. Lumayan kan?</p>
<p>Nah, kalau ada bapak-bapak, teman apalagi orang enggak kenal, ketemuan, salaman terus menyosorkan pipinya untuk dicipika cipiki &#8230;. hii&#8230;h memerlukan perjuangan sendiri deh. Apalagi kalau orangnya brewokan, pasti geli banget. Hik!!   Biasanya saya berusaha menghindar dengan cara memeluk orang yang siap pasang pipi untuk dicipika-cipiki. Atau, cuma mengadukan kepala saya, agar kena rambutnya saja. Kebayang, bukan cuman bau rokok atau bau lain dari mulutnya, tetapi juga bapak-bapak atau pria pada umumnya itu pipinya suka berminyak. Rasanya begitu selesai melakukan adegan mengerikan itu, rasanya ingin segera lari ke kamar mandi atau wastafel untuk mencuci muka bersih-bersih, menggunakan sabun tangan yang ada di wastafel pun enggak apa. Yang penting, saya (merasa) bersih&#8230; sih !! Kalau perlu sekalian berwudlu untuk membersihkan diri dan jiwa saya setelah berciuman pipi sesama jenis. Haram kan?</p>
<p>Belakangan saya sering sinis. Bukan apa-apa, ketika melihat satu adegan di televisi atau panggung lainnya ada pejabat atau elit negeri atau orang penting lainnya melakukan itu saya menjadi sangat trauma  akan sesi cipika-cipiki itu. Bukan apa-apa, banyak di antara mereka itu sepertinya bukan orang-orang panutan saya&#8211; dan orang kebanyakan mungkin. Banyak di antara mereka itu tersangka korupsi atau koruptor beneran, penjahat, pelanggar HAM, dan pelaku-pelaku ketidakadilan lain. Jadi ketika ada satu acaran di mana saya diundang, terus ada ritual cipika-cipiki itu rasanya sangat ingin segera kabur ke kamar mandi untuk segera cuci muka&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/04/21/cipika-cipiki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepedaan di Rumah</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/04/05/minoura-vfs150-g-r-trainer/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/04/05/minoura-vfs150-g-r-trainer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 15:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[bike trainer]]></category>
		<category><![CDATA[minoura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[ SEPEDAAN memang paling asyik ya di jalanan, mau off road atau on road. Asyik banget. Pake Si Kapas ato Si Koneng, rasanya asyik serasa melayang-layang. Setiap pekan, diusahakan selalu ada hari gowes ke kantor. Bisa hari Kamis atau Jumat. Kamis enak, karena Jumatnya bisa istirahat bentar, biar besok Sabtu genjot weekend lebih fit juga.
Cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-55 alignleft" title="minouravfs150gr" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/04/minouravfs150grtrainerwithremote-150x150.jpg" alt="minouravfs150gr" width="150" height="150" /> SEPEDAAN memang paling asyik ya di jalanan, mau off road atau on road. Asyik banget. Pake Si Kapas ato Si Koneng, rasanya asyik serasa melayang-layang. Setiap pekan, diusahakan selalu ada hari gowes ke kantor. Bisa hari Kamis atau Jumat. Kamis enak, karena Jumatnya bisa istirahat bentar, biar besok Sabtu genjot weekend lebih fit juga.</p>
<p>Cuma ya itu tadi, biasanya weekday sebelum kerja seringkali sepedaan ama Ayu, pacar terkasihku. Cuma kesibukan seringkali malah jadi gak sempet sepedaan berduaan keluar masuk kampung seputaran Pamulang dan sekitarnya. &#8220;Abah si enak, tiap Sabtu-Minggu bisa sepedaan ama oom-oom lain,&#8221; protes itu seringkali saya terima.<span id="more-54"></span></p>
<p>Ya, udah biar gowes bisa dilakukan kapan saja, akhir kita sepakat meminang <a href="http://performancedownhill.com/minouravfs150-g-rtrainerwithremote.aspx">Minoura VFS150-G-R Trainer</a> .  Sabtu (4/4) menyempatkan diri ke RL di Serpong. Sempet juga nyari-nyari tipe lain di toko sepeda sebelahnya. Dapetnya malah celana padding buat anaknya Yoppy, yang sepedaan ke sekolah di SMA Labschool Kebayoran Baru. Nyari nya lumayan lama, sampai si Teteh ama Aa yang kudu dijemput sekitar pukul 13.30 protes terus. Mana saat itu ada kampanye parpol yang katanya islami tapi kalo kampanye sama saja dengan parpol lainnya&#8230;</p>
<p>Nyampe sore di rumah, langsung disetting dan selesai maghrib. Udah lumayan enak dicoba, eh ternyata ada part yang belum kepasang&#8230; ha..ha. Besok-besok dirapiin lagi deh, yang penting sekarang udah bisa dipake gowes.</p>
<p>Si Bunda Ayu, langsung sumringah deh. Nah, sekarang trainer sudah di rumah. Jadi enggak ada alasan lagi, gak bisa sepedaan pas hari kerja. Jadi ceritanya, pagi-pagi udah bisa mancal sepedaan tanpa keluar rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/04/05/minoura-vfs150-g-r-trainer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat SMS</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/03/31/curhat-sms/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/03/31/curhat-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 02:37:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sental-Sentil]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[PESAN pendek alias   short message service (SMS)  sudah tak terpisahkan dari kita. Dia sudah seperti mulut kita. Siap setiap saat menyampaikan pesan atau kata-kata apa saja. Coba ya saya inventarisasi, mulai dari bertanya, menanyakan kabar, mengkonfirmasi, meneruskan pesan, merayu, memuji, menagih utang atau janji mengirim pantun, humor, potongan puisi,ucapan selamat hingga mengajak selingkuh. Kata-katanya bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://picasaweb.google.com/agusher/GambarBlog/photo#5319168907453028386"><img class="pie-img alignleft" style="margin: 10px;" src="http://lh4.ggpht.com/_mUjwek-9ABA/SdF78G0KWCI/AAAAAAAAEws/n9Db8XGhRV8/s160-c/IMG_0153.JPG" alt="IMG_0153.JPG" width="163" height="163" /></a>PESAN pendek alias   <em>short message service</em> (SMS)  sudah tak terpisahkan dari kita. Dia sudah seperti mulut kita. Siap setiap saat menyampaikan pesan atau kata-kata apa saja. Coba ya saya inventarisasi, mulai dari bertanya, menanyakan kabar, mengkonfirmasi, meneruskan pesan, merayu, memuji, menagih utang atau janji mengirim pantun, humor, potongan puisi,ucapan selamat hingga mengajak selingkuh. Kata-katanya bisa mendayu-dayu, sedih, gembira, atau ngeres. Semua bisa dikirim, bahkan suasana hati kita dengan simbol-simbol khusus mulai dari senang, tertawa <img src='http://agushermawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  hingga sebel atau cemberut <img src='http://agushermawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Bahasa SMS kini bolehlah kini dilist dalam bahasa-bahasa di dunia.</p>
<p>SMS itu sudah bisalah mewakili kita dalam berkata-kata. Makanya saya menilai, sifat atau karakter seseorang itu bisa tercermin dari SMS-SMS-nya. Atau, bagaimana cara dia menangani SMS yang masuk ke <em>handphone</em>nya atau cara dia menanggapi sebuah SMS. Hal seperti ini bisa dirunut juga dari cara orang itu memilih HP pegangannya: apakah orangnya ramah, humoris, judes, formal, sok pejabat, sok penting, snob, hemat, boros atau<em> ngirit </em>banget yang sudah dibedakan dengan pelit.<em><br />
</em></p>
<p>Saya misalnya, selalu mencoba segera membalas SMS-SMS yang masuk ke telepon genggam saya. Diusahakan pula menggunakan kata-kata pribadi, bukan dengan kata-kata instan yang biasanya sudah tersedia di HP kita, seperti &#8220;ok,<em> I&#8217;ll be waiting for.</em>&#8230; dst&#8221;</p>
<p>Namun seperti juga orang lain sering mengalami, tidak jarang SMS-SMS yang kita kirim itu tidak dibalas atau tidak berbalas. Berdasarkan pengalaman ada beberapa penyebab mengapa seseorang yang kita kirimi SMS (<em>receiver</em>) tidak menjawab SMS kita.</p>
<p>- <strong>Tidak sempat membalas:</strong> Ini bisa disebabkan orang itu sibuk banget atau situasinya memang tidak memungkinkan membalas SMS kita. Misalnya dia sedang menyetir atau lagi <em>numpak</em> kendaraan bermotor. Sangat beresiko celaka, jika orang sedang menyetir atau naik montor jawab SMS bukan? Mungkin juga dia sedang berada dalam situasi penting: rapat dengan boss misalnya, kan enggak mungkin si boss <em>ngecap</em> ke sana ke mari, sementara kita sibuk mememencet tuts HP buat membalas SMS. Tetapi ada juga<em> lo</em> bos yang bikin bete, saat kita ngomong dalam sebuah<em> meeting </em> dia malah sibuk mempermainkan HP-nya. Tadinya saya kira dia mencatat apa yang diomongkan anak buah dengan<em> smartphone</em> canggihnya&#8211; Blackberry Storm, I-Phone, Communicator E90 atau apa saja&#8211; <em>eh</em> ternyata dia menerima-kirim SMS. Entahlah buat, siapa. Tetapi saya curiga untuk selingkuhannya. Dalam banyak hal, selingkuhan ini lebih penting dibanding semua hal terpenting di dunia ini bukan..? <span id="more-46"></span></p>
<p>Bisa juga orang yang dikirim (receiver) itu berniat membalas SMS Anda saat membacanya. Tetapi karena tidak sempat dan menundanya, dia kelupaan untuk membalas pada saat yang memungkinkan.</p>
<p><strong>-Operator atau provider memble:</strong> Mohon maklum, kita tinggal di Indonesia,di mana pelayanan pelanggan atau konsumen masih mimpi. Biarpun sudah bayar mahal kita cuma bisa kesal atau menggerutu jika mendapat pelayanan buruk. Istilah, pelanggan adalah raja, buat banyak penyedia jasa di kita adalah cuma ada di iklan.  Seringkali SMS kita <em>nyampe</em> di receiver tertunda, bisa berjam-jam atau keesokan harinya. Bahkan, gagal kirim. Kalau sudah begitu ya, wassalam..Jadi cerita banyak orang jika janji batal gara-gara SMS mereka tidak terkirim  atau gagal kirim. Gosip lama juga jika ada orang bertengkar atau bercerai gara-gara SMS salah kirim, atau SMS nyasar.</p>
<p><strong>SMS kita tidak (dianggap) penting</strong>: Janganlah terlalu yakin SMS kita selalu dibalas oleh orang yang dikirimi SMS itu. Bisa jadi SMS kita itu enggak penting, garing atau basi. Jadi orang dimaksud, tidak merasa penting juga membalasnya. Bisa karena hemat pulsa atau orang-orang seperti itu hidupnya terlalu formal, kering, dan cukup tidak bahagia untuk membalas SMS-SMS ringan Anda. Sebaiknya, Anda tidaklah usah mengirimi  SMS semacam itu kepada orang begitu. Percuma.  Tetapi jangan salah, bisa juga bukan isi SMS-nya yang tidak dianggap dianggap penting. Bisa pula justru Anda sendiri yang dianggap tidak penting (!). Ha..ha jangan berkecil hati, biasanya orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang sok pejabat, sok penting atau jaim alias jaga<em> image</em>. Bayangkan, Anda sudah semangat mengirim SMS yang menurut Anda penting, <em>eh, si receiver</em> hanya membuka dan membacanya sekilas setelah melihat sender-nya Anda. Artinya, Anda cuma dilihat sebelah mata saja dan bukan siapa-siapa bagi dia. Kasian deh lo&#8230; Tetapi saya sarankan Andalah yang justru harus mengasihani si<em> receiver</em> macam tadi. Pada saatnya orang-orang seperti itu tidak akan memiliki teman. Bagi saya, teman adalah segalanya dan merekalah tempat kita kembali, berkumpul dan mendapatkan kebahagiaan.</p>
<p><strong>-Pulsa habis atau Ngirit Pulsa: </strong>Wah, kalau ini asli &#8220;kecelakaan&#8221;. Mengirim SMS ke teman yang pulsa-nya habis, ibarat peribahasa masuk ke luar telinga kiri ke luar telinga kanan. Omongan kita sepertinya<em> enggak dianggep</em>. SMS macam apa pun, termasuk pemberitahuan mendapatkan hadiah rumah di Pondok Indah atau mobil Mercedes Benz seri terbaru tidak akan terbalas. Sialnya, karena habis pulsa kita tidak akan tahu apa yang terjadi karena menunggu sampai keluar uban pun, SMS kita tidak akan terbalas. Biasanya, kita baru <em>ngeh</em> jika bertemu muka dengan Si Pulsa Habis pada saat kemudian. Orang itu biasanya cengar-cengir tanpa dosa, dan meminta sorry jika dia tidak membalas SMS kita karena pulsanya habis. Anehnya, kenapa dia tidak menjawab kemudian SMS kita begitu pulsanya terisi kembali. Dasar..! Mungkin dari cara dia menggunakan pra bayar atau pulsa isi ulang saja, kita sudah bisa menebak teman kita itu bagaimana karakternya bukan. Boleh jadi hemat dan penuh perhitungan.</p>
<p>-<strong>Ganti nomor</strong>: He..he tidak usahlah dibahass. Kalau nomornya sudah ganti ya mengirim SMS sebanyak apa pun tidak akan diterima pesannya bukan? Cuma, <em>mbok ya</em> sebelum buang nomor lama dan akan menggunakan nomor baru, beritahulah dunia bahwa nomor HP Anda sudah berubah..</p>
<p><strong>-Sombong, sok, tidak peduli orang lain</strong>: Kita juga bisa menebak-nebak seseorang itu sombong atau tidak peduli orang lain. Jangan harap Anda akan mendapat balasan SMS atau perhatian dari orang-orang seperti ini. Orang-orang seperti ini hanya mengirim SMS jika dia memang membutuhkan orang lain. SMS kita sepenting apa pun&#8211; apalagi cuma basa-basi&#8211; tidak akan dipedulikan, diabaikan, dilecehkan, diinjek, wah.. he..he Saya biasanya langsung mendelete nama dia dari <em>contact list handphone</em> orang-orang seperti ini. Bukan karena datanya akan memenuhi memori HP murah saya, tetapi saya pikir dia pasti akan meng-SMS saya jika memang membutuhkan.</p>
<p>Saya menganggap SMS  adalah teknologi yang ramah. Dia membantu saya, menyapa, <em>say hello </em>atau memperpanjang silaturahmi dengan teman-teman saya di mana pun. Cobalah SMS saya, kapanpun pasti saya <em>reply.</em> Ups! Apa saya ketagihan SMS ya?  he..he</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/03/31/curhat-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia Lebih Galak dari Macan?</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/03/16/manusia-lebih-galak-dari-macan/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/03/16/manusia-lebih-galak-dari-macan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 11:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sental-Sentil]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kdrt]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Enggak ada macan makan anaknya. Atau, segalak-galaknya macan, enggak akan makan anaknya. Peribahasa itu dibuat biasanya untuk menunjukan, sejahat-jahatnya ortu enggak akan deh menganiaya anaknya.Kalaupun memarahi, katanya, ya itu cuma ungkapan kasih sayang saja.
Makanya, saya enggak ngerti banget kalau ada ortu menyiksa anaknya dari menjewer, menampar, memukul, bahkan memecutnya dengan kopel atau ikat pinggang.
Coba ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Enggak ada macan makan anaknya. Atau, segalak-galaknya macan, enggak akan makan anaknya. Peribahasa itu dibuat biasanya untuk menunjukan, sejahat-jahatnya ortu enggak akan deh menganiaya anaknya.Kalaupun memarahi, katanya, ya itu cuma ungkapan kasih sayang saja.<br />
Makanya, saya enggak ngerti banget kalau ada ortu menyiksa anaknya dari menjewer, menampar, memukul, bahkan memecutnya dengan kopel atau ikat pinggang.<span id="more-42"></span><br />
Coba ini baca berita di <em>Kompas</em> Minggu (15/3) kemarin.<br />
Sayang dibikin di kolom Kilasan Peristiwa&#8211; biasanya diisi cerita lucu atau ringan&#8211; mungkin berita anak menyiksa anak itu dianggap lucu ya? Padahal menurut saya, kejadian itu sama sekali enggak lucu. Mungkin mereka yang menempel di rubrik itu biasa menonton film komedi murahan dengan humor-humor slapstick, yang biasanya menganggap kecelakaan atau kemalangan yang diderita orang lain itu pantas ditertawakan. Atau, penggemar komedi hitam yang menganggap membunuh dengan silet terus disiram air asem atau cuka adalah lucu sekali&#8230;<br />
Tindakan ortu menganiaya anaknya adalah tindakan  biadab.<br />
Orang tua gaya preman yang bertindak kriminal semestinya dihukum setimpal.</p>
<p><a title="http://agushermawan.kompasiana.com/wp-admin/post.php?action=edit&amp;post=245" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=72161843216&amp;h=3114485dcb7aa509007e49f4cf18b5b3&amp;url=http%3A%2F%2Fagushermawan.kompasiana.com%2Fwp-admin%2Fpost.php%3Faction%3Dedit%26post%3D245" target="_blank">Kena Tendangan &#8220;Maut&#8221; Ayah Sendiri</a></p>
<p>Sudah seminggu ini Joko Budi Utomo (4) terbaring di Rumah Sakit Telogorejo, Semarang, Jawa Tengah, dengan kaki berbalut gips. Ia terus mengerang kesakitan menahan nyeri akibat patah tulang kaki kanannya.</p>
<p>Menurut Sumiyati (38), ibu kandung Joko, kaki Joko patah tulang lantaran ulah Priyanto (32), ayah kandungnya sendiri. Pada Kamis (8/1), warga yang tinggal di Dukuh Sawahan, Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, itu meminta Joko membeli susu untuk Ika (1), adik tirinya.</p>
<p>Dasar anak balita, Joko lebih tertarik membeli permen ketimbang susu sebagaimana pesanan ayahnya. Melihat Joko pulang membawa permen dan bukan susu, sontak Priyanto berang dan menendang kaki kanan Joko, pas di bagian selangkangan.</p>
<p>Joko tersungkur dan menangis sejadi-jadinya. Mengetahui kaki Joko tak lagi normal, Priyanto segera melarikannya ke Rumah Sakit Daerah Kabupaten Blora. Setelah pemeriksaan, dokter rumah sakit itu merujuk Joko dibawa ke Rumah Sakit Telogorejo.</p>
<p>Kepala Kepolisian Resor Blora Ajun Komisaris Besar Umar Faroq melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Priharyadi mengatakan, Joko ikut Priyanto sejak sang ayah pisah ranjang dengan Sumiyati. Joko tinggal bersama Kartini (39), istri tak resmi Priyanto, dan Ika, anak kandung Priyanto dan Kartini.</p>
<p>Menurut pengakuan, Priyanto baru pertama kali ini menganiaya Joko karena tidak mampu membendung emosi. Apa pun alasan pelaku, tindakan itu tergolong kekerasan dalam rumah tangga dan pantas mendapatkan sanksi hukum.”Priyanto terancam hukuman pidana penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta,” kata Kepala Polres Blora Priharyadi.(HEN)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/03/16/manusia-lebih-galak-dari-macan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siomay Rasa Hormon</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/03/14/siomay-rasa-hormon/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/03/14/siomay-rasa-hormon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 03:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumahku adalah Imahku...]]></category>
		<category><![CDATA[kaki lima]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[ENTAH pasar udah penuh. Atau udah kebiasaan. Mungkin juga nyasar atau hobinya jalan-jalan.. Pedagang berbagai makanan dari pagi ampe tengah silih berganti memasuki komplek saya. Nih ya saya sebut dari subuh: tukang roti keliling menawarkan rasa keju sampai 3 rasa (pisang, coklat, keju), terus tukang bacang (ke komplekku gak ada yang berani nawarin bacang babi) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ENTAH </strong>pasar udah penuh. Atau udah kebiasaan. Mungkin juga nyasar atau hobinya jalan-jalan.. Pedagang berbagai makanan dari pagi ampe tengah silih berganti memasuki komplek saya. Nih ya saya sebut dari subuh: tukang roti keliling menawarkan rasa keju sampai 3 rasa (pisang, coklat, keju), terus tukang bacang (ke komplekku gak ada yang berani nawarin bacang babi) atau bakpau.<br />
Pagian dikit, tukang bubur ayam atau Pasukan BKHKI (bubur kacang hijau ketan item) mulai teriak atau tingting-tingting mangkok, kadang-kadang lewat juga tukang ketoprak (heran pagi2 juga suka ada yang beli ya tuh ketoprak, apa gak muncrut yak?)&#8230; Tukang sayur enggak saya itung&#8230;<br />
Siangan dikit, baru deh giliran tukang bakso dari tukang bakso bening sampe mie ayam. Tukang bakso itu banyak juga, macem-macem rasa sampai tetangga ngasih nama sendiri ada bakso gerobak, bakso sepeda, bakso motor sampai bakso tonggi&#8211; maaf, krn tukang baksonya tonggxx. Begitu pula tukang siomay: siomay dorong, siomay sepeda sampei siomay motor.<br />
Sorean dikit masuk lagi tukang empek-empek, tukang kembang tahu sampai kembang beneran. Kadang-kadang lewat juga tukang roti bakar bandung. Tukang es krim juga dari yang sepedaan sampai yang bikin di situ, di atas mobil pik up. Kalo sore juga sering kembali lagi si tukang roti, kalo sore malah ada tukang roti panas segala..<br />
Pokoknya, setiap hari terus begitu. Masuk malem biasanya masuk tukang nasi goreng, tukang sate ayam atau mie dokdok. Teriakannya khas, bahkan dari bunyi-bunyian yang mereka tabuh kita sudah tahu makanan apa yang mereka jual. Makanya ada yang namanya mie dokdok ampe mie tek-tek. Belum lagi, sate padang pariaman yang si udanya pernah cerita kalo saat dia keliling bertemu kuntilanak&#8230; halah&#8230;<span id="more-37"></span><br />
Harganya terjangkau. Soalnya begitu mahalan dikit, langsung deh menyebar ke semua tetangga: jangan beli si abang itu mahal. Roti dari Rp 1.000an sampai Rp 5.000an. Bakso, siomay, nasi goreng, mie dokdok, kwietau&#8230;<br />
Makanan mana yang katanya enak pun segera menyebar. Enggak heran sejumlah tetangga&#8211; terutama ibu-ibu&#8211; suka ngarep-ngarep menunggu tukang makanan tertentu. Ada lo, tukang rujak bebek yang si emang dagangnya orang garut. Ibu-ibu pada ribut, katanya, yang dagang kayak artis sinetron. Orangnya putih, idungnya mancung, jangkung dan mirip orang arab ganteng. Siapa itu namanya? Jeremy Monas deh kalo enggak salah. Jadi saya agak ragu, kalau ibu-ibu nunggu tukang rujak  itu. Apakah mereka mau jajan rujak atau mau mantengin si Jeremi Monas itu.<br />
Saya sendiri enggak tertalu suka jajan. Apalagi gak pernah di rumah, paling kalo weekend. Kalau laper banget biasanya nunggu si Didin, tukang bakso bening. Promosinya sih bakso dia enggak pake penyedap rasa alias petsin&#8230; tapi entahlah: soalnya kalo abis makan bakso dia rasa gurihnya melekat lama di lidah.<!--more--><br />
Anak-anak juga ikut-ikut saya, sok apik enggak tertalu suka jajan. Biasanya saya menggunakan propaganda negatif biar mereka enggak suka jajan. Soalnya kalo kita bilang, makanan jajanan itu enggak sehat, suka bawa penyakit mereka suka berbantah. Sepertinya kalao soal jenis penyakit dan virus mereka lebih pinter dari saya.<br />
Biasanya saya pake teror lebih ganas buat mereka. &#8220;Kebayang enggak mereka abis kencing gak cuci tangan? Terus tanganya itu ngambil mie atau makanan lain buat kita.. hi..!! Atau, kalo mereka abis ngupil terus ada yang beli gimana ay?.&#8221; kataku. Kebetulan saya pernah memotoret, deretan abang-abang tukang gorengan bejejer lagi pipis di lampu merah lapangan tembak, senayan. Atau, &#8220;Ha&#8230; kalian kebayang gak kalo kuah bakso si emang itu abis? Terus dia tambahin ama air kobokan tempat cuci mangkok itu&#8221;.<br />
Tempat cuci mangkok tukang makanan begitu biasanya ember kecil warna hitam. Airnya dari berangkat dagang sampai pulang sepertinya enggak pernah diganti. Warnanya sudah tidak lagi seperti air, tetapi mirip sop yang ada di panci mereka. Hi&#8230;.!!<br />
Tapi saya pernah kena batunya. Tersebutlah, si siomay motor yang rasanya sedap tersebar dari mulut ke mulut. Sebagai pencinta siomay, saya pun ingin mengetesnya. Cuma Rp 1.000 saja per buah. Setelah nempel dilidah, rasanya memang lumayan. Rasa ikannya&#8211;saya bayangin&#8211; iklan tenggiri. Cuma saya curiga, kok kalo ikan tenggiri harga siomay itu murah banget. Isenglah saya tanya, &#8220;Pake ikan apa bang, rasanya lumayan?&#8221; Saya mengharap si abang menjawab, pake ikan sapu-sapu.. ha.ha ternyata enggak lo. &#8220;Pake ikan mah mahal atuh pak, biar sedap siomay ini adonannya ya pake gajih ayam negeri&#8230; !&#8221;" katanya kalem.</p>
<p>Whueeeklkkkk!! Gajih atau lemak ayam negeri !! Geloooooooo&#8230;..<br />
Saya pernah lihat gajih ayam-ayam yang disuntik berbagai hormon pertumbuhan&#8211; yang dipercaya penyebab kanker&#8211;itu dikumpulkan di tukang ayam di Pasar BSD. Bentuknya, gajih-gajih, lemak beraneka rupa yang ngeliatnya aja pake pusing. Waktu itu saya tanya juga, buat apa gaji ayam negeri itu dikumpulin. Si abang ayam menjawab, &#8220;Ada aja pak yang beli, katanya buat nyampur makanan anjing&#8230;&#8221; Hooeeekkk&#8230;.. !! ternyata ada juga yang pake buat adonan siomay, dan apesnya: saya ikut makan&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/03/14/siomay-rasa-hormon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
