<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>agushermawan &#187; Sasapedahan</title>
	<atom:link href="http://agushermawan.com/category/sasapedahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agushermawan.com</link>
	<description>"Blog Belum Jadi"</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Jan 2010 13:02:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Lost in Cikole (1)</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/12/29/tersesat-1/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/12/29/tersesat-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 01:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[cikole]]></category>
		<category><![CDATA[Palawa]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[tersesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[KAMIS (24/12) selepas maghrib, saya mendapat kontak dari Gusur, teman KGC (Kompas Gramedia Cyclist) yang mengabarkan seorang teman tersesat saat offroad bersepeda di trek Cikole, Lembang Saya kebetulan sedang ternak teri di Yogya, segera menepikan kendaraan dan mengontak, Gun, teman yang dilaporkan tersesat itu.
Begitu terhubung, terdengar nada panik, was-was, nafas terengah-engah dan mungkin sieun darinya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KAMIS (24/12) selepas maghrib, saya mendapat kontak dari Gusur, teman <a href="http://www.kgcyclist.com">KGC</a> (Kompas Gramedia Cyclist) yang mengabarkan seorang teman tersesat saat offroad bersepeda di trek Cikole, Lembang Saya kebetulan sedang ternak teri di Yogya, segera menepikan kendaraan dan mengontak, Gun, teman yang dilaporkan tersesat itu.<br />
Begitu terhubung, terdengar nada panik, was-was, nafas terengah-engah dan mungkin sieun darinya. &#8220;Saya enggak tahu di mana, bah. Di tengah hutan, gelap dan enggak tahu jalan pulang !!&#8221;.<br />
<span id="more-100"></span>Rupanya Gun, yang malam itu rencananya berkemah bersama keluarga menyempatkan diri gowes ke trek Cikole, menjelang sore. Trek Cikole sebenarnya cukup familiar bagi para pesepeda offroad. Dengan vegetasi pinus seperti hutan-hutan di seputaran utara Bandung, trek itu cukup menyenangkan untuk dicumbui.<br />
Saya mencoba menenangkan Gun, dan meminta menghidupkan GPS di BB-nya, tadinya biar kita tahu lokasi dia di mana dan dari maps bisa mengarahkan dia ke mana. Tetapi rupanya, dia seperti &#8220;monyet ngagugulung kalapa&#8221; alias enggak tahu make GPS di BB. Jika dihubungi nada bicaranya semakin panik, nafas terengah, dan siga rek ceurik&#8230; <img src='http://agushermawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sebuah gejala yang wajar.<br />
Peta yang saya terima lewat BBM&#8211; saya teruskan juga ke Gusur&#8211; hanya mengirimkan peta dasar, yang menandakan dia berada di seputaran Sumedang. Rasanya agak tidak mungkin. Padahal jika dia kenal memakai GPS di BB, setidaknya akan ketahuan posisi kita berada di mana. Gusur yang lumayan gape membaca peta juga rupanya kesulitan mengetahui lokasi persis Gun di hutan.</p>
<p>Saya mencoba mengontak teman-teman Kompas Bandung, beberapa rupanya offline, mungkin sedang berlibur Natal. Alex dan Kang DMU, teman Kompas Bandung, yang berhasil dihubungi sedang mengarah ke Jakarta tetapi dia akan mencoba mencari bantuan,<br />
Semakin malam, sekitar pukul 20.00 saya kirim BBM Kang Bano&#8211; teman saya di klub pecinta alam Palawa Unpad&#8211;perihal adanya teman<br />
yang tersesat di Cikole. Rupanya, Bano meneruskan pesan saya itu ke Kang Onath. Dasar Palawa sejati, si senior yang jago motret itu  dari Bandung langsung mengontak saya di Prambanan, malam itu. Saya ceritakan kronologis kejadian. Ke Bano dan Kang Onath, saya sempat bilang, tahan dulu untuk bergerak. Siapa tahu, Gun bisa menemukan perkampungan&#8230;<br />
Saya pun tetap menjaga kontak dengan Gun. Bagaimana pun untuk menjaga baterei ponsel, kontak dengannya harus dibatasi. Saya sempat khawatir, ketika dia bilang melihat kerlip lampu di rumah penduduk. Khawatir dia menerobos dan memaksa &#8220;mengejar&#8221; perkampungan itu, yang menurutnya &#8220;dekat dan sudah terdengar suara adzan&#8221;.</p>
<div id="attachment_102" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-102" title="dari FB Gun" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/12/gun-150x150.jpg" alt="Wajah panik saat trsesat di hutan. Tx tmen2 Palawa Unpad" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Wajah panik saat trsesat di hutan. Tx tmen2 Palawa Unpad</p></div>
<p>&#8220;Kumaha ya, di depan saya jurang, kiri kanan juga gawir,&#8221; katanya. Saya teringat, beberapa kejadian konyol dari orang tersesat di gunung atau hutan adalah mencoba mendekat kerlip lampu dengan menerobos medan yang tidak memungkinkan.. Mereka terjerumus ke jurang dan akibat fatal.</p>
<p>Bagaimana pun, kejadian tersesat seperti ini bisa menjadi &#8220;lain ceritanya dan bisa panjang&#8221; jika salah langkah.<br />
Saya sarankan&#8212; seperti juga saran Cak Kris, pentolan KGC&#8211; sepedanya ditinggal saja di hutan dan coba berjalan kaki jalan makadam, dengan asumsi jalan seperti itu mengarah ke perkampungan. Akhirnya, dia memutuskan kembali naik ke trek dan mencoba menemukan makadam.<br />
Alhamdulillah, sekitar pukul 21.00 lewat dia tiba di sebuah kampung berpenduduk. Namanya, Cikareumbi, Cikidang Lembang.. lumayan jauh dari Cikole.<br />
Saya segera mengontak Kang Onath, dan mengabarkan hal itu.  Waduh, ternyata Kang Onath memang Palawa sejati. Dia bersama Kang Opik sudah mengarah ke lokasi untuk meng- SAR Gun. Mendengar kabar terbaru, Kang Onath dan<br />
Kang Opik pun segera memutuskan untuk tetap menjemput Gun di Cikidang dan mengembalikannya ke keluarganya di Camping Ground Cikole, malam itu juga&#8230;<br />
Gun setelah dievakuasi Kang Onath dan Opik, sangat bersyukur. Dia bilang harus bagaimana kepada teman-teman itu. Saya sampaikan, cukup peluk mereka: &#8220;Mereka ada saudara-saudara sejati saya&#8230;<br />
Malam itu saya kembali mendapat kepastian satu hal yang tidak meragukan, &#8220;teman, para sahabat adalah segalanya, dan tak ternilai&#8230;&#8221;<br />
Atas nama pribadi, Gun dan KGC saya mengucapkan hatur nuhun pisan kepada Kang Onath, Kang Opik yang sudah mau direpotkan&#8230;.<br />
Viva Palawa Brotherhood !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/12/29/tersesat-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalur Sepeda di Kota, Mana Ahlinya ?</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/06/12/jalursepeda/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/06/12/jalursepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 01:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[SEMAKIN banyak orang bersepeda. Berbagai macam alasan menyertainya. Berolahraga, alat transportasi, ikut trend atau sekedar gaya-gayaan. Goweser yang bersepeda ke kantor pun tambah membanyak. Frekwensinya dari yang sepekan sekali, dua, tiga dan tiap hari. Cuma ya itu, tadi bersepeda memasuki Jakarta harus siap dengan resiko. Bukan melulu udara yang penuh polusi, tetapi juga resiko disenggol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEMAKIN banyak orang bersepeda. Berbagai macam alasan menyertainya. Berolahraga, alat transportasi, ikut trend atau sekedar gaya-gayaan. Goweser yang bersepeda ke kantor pun tambah membanyak. Frekwensinya dari yang sepekan sekali, dua, tiga dan tiap hari. Cuma ya itu, tadi bersepeda memasuki Jakarta harus siap dengan resiko. Bukan melulu udara yang penuh polusi, tetapi juga resiko disenggol kopaja, metro mini atau motor yang selalu ngebut minta ampun.<br />
Banyak orang mendambakan, Jakarta memiliki jalur sepeda. Pemerintah di negara maju, banyak yang sudah menyediakan jalur aman buat sepeda. Lengkap dengan rute dan tanda-tanda. Bahkan, di Bogotta, Kolombia&#8212; yang jalur buswaynya gagal dicontek Jakarta dengan transjakarta&#8211; jalur sepeda mengular dari kampung-kampung mengepung kota.<br />
Seperti juga transjakarta, yang dibangun setengah hati, dan menuju jurang kegagalan sebagai sebuah sistem transportasi massal, Sang Ahli yang mengurus Jakarta rupanya belum tertarik membuat jalur sepeda seperti kota yang diconteknya.<br />
Bahwa, Sang Ahli sering ikut-ikut bersepeda saat ada acara sepeda riang ria (funbike) itu soal lain. Bisa karena tuntutan seremonial sebagai pejabat yang terpaksa harus hadir dalam acara-acara masyarakat. Atau, bisa juga lebih rajin misalnya, untuk kepentingan kampanye apapun. Apalagi jika Presiden sampai tandem berdua nyonya bersepeda, masak gubernur tidak ikut bukan?<br />
Pilihannya memang cuma dua:<br />
<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-84" title="lajursepeda-palembang" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/06/lajursepeda2-150x150.jpg" alt="lajursepeda-palembang" width="150" height="150" />1. Tidak perlu menuntut pemkot/pemda minta jalur sepeda, banjiri saja kota<br />
dengan sepeda sampai akhirnya pengelola kota, menilai masyarakat memang perlu<br />
jalur sepeda<br />
2. Pemerintah lebih maju dan cerdik: sediakan jalur sepeda yang nyaman dan aman,<br />
dan masyarakat diarahkan untuk menggunakan sepeda.<br />
Tidak seperti Jakarta, pemerintah kota Palembang rupanya memilih cara ke dua. Baru-baru ini mereka membuat jalur sepeda. Sebuah langkah yang patut didukung bersama.<br />
Selamat untuk masyarakat Palembang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/06/12/jalursepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Survei Bebek Panggang</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/05/18/survei-funbike/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/05/18/survei-funbike/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 08:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[funbike]]></category>
		<category><![CDATA[KGC]]></category>
		<category><![CDATA[survey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[TERNYATA sepedaan pagi-pagi banget terbukti lebih cepat. Hari masih gelap, sekitar pukul 05.30 start gowes hanya sekitar 50 menit saja sudah tiba di pelataran kantor. Biasanya sejarak 27 kilometeran itu ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menitan. Cuma memang perjalanan Minggu (17/5) pagi tadi lewat jalan depan alias Ciputat-LebakBulus- Kebayoran Lama. Biasanya, sih lewat Bukit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TERNYATA sepedaan pagi-pagi banget terbukti lebih cepat. Hari masih gelap, sekitar pukul 05.30 start gowes hanya sekitar 50 menit saja sudah tiba di pelataran kantor. Biasanya sejarak 27 kilometeran itu ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menitan. Cuma memang perjalanan Minggu (17/5) pagi tadi lewat jalan depan alias Ciputat-LebakBulus- Kebayoran Lama. Biasanya, sih lewat Bukit Dago Tol-Jl Merpati-Jl Kompas- Pengairan-Bintaro Tanah Kusir. Pagi hari juga udara agak lebih bersih dan segar, dan lalu lintas masih lengang..</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-76" title="KGC Brotherhood" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/survey2-150x150.jpg" alt="KGC Brotherhood" width="150" height="150" />Sengaja berangkat pagi, ceritany mau ikutan survey buat funbike ulang tahun Kompas, Juni mendatang. Kali ini <a href="http://www.kgcyclist.com">KGC </a>kembali mendapat tugas menyelenggarakan funbike. Sudah terbukti kok, beberapa kali KGC bikin kegiatan serupa dan sukses-sukses saja. (Dan yang jelas, bisa menghemat banyak alias gak muahal&#8230; ha..ha). Seringkali kita malah mikir, kalau ada pihak di luar kantor ngajak kita untuk bikin funbike, bisa saja kita tangani ha..ha. Bukan untuk tujuan komerasial tentu. Tidak pantas ya rasanya kalau memanfaatkan komunitas untuk kepentingan komersial. Jadi ya untuk tujuan sosial dan memperlebar persaudaraan penyepeda saja. Sekalian memasyarakatkan sepeda dan menyepedahkan masyarakat&#8230; lha? (Slogan Orba Mode: ON)<span id="more-74"></span></p>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-75 alignright" title="Kasta Seli KGC" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/survey1-150x150.jpg" alt="Kasta Seli KGC" width="150" height="150" />Peserta survei lumayan juga. Tidak sempat menghitung pasti, karena enggak ada kertas absen. Kayaknya, sekitar 22-25 orang deh. Lumayan banyak. Cuma enggak sempat ditanya juga, apakah kita ini ikhlas mau survei apa lebih tertarik ke kulineran sesudahnya, seperti ditawarkan Cak Kris.. <img src='http://agushermawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Ketua Dewan Syuro itu pula yang membagi kita menjadi 2 tim. Tim Pertama : Kompas- BPK- Semanggi-Bunderan HI&#8211; (memutar) Jl MH Thamrin&#8211;naik Semanggi&#8211; Pintu Barat. Tim lainnya: sama cuma pulangnya lurus ke arah Patung Pemuda dan memutar di situ&#8230;</p>
<p>Se<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-77" title="survey bebek panggang" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/survey3-150x150.jpg" alt="survey bebek panggang" width="150" height="150" />telah mensurvei rute dan kawasan finish selesai di Senayan, ya kita rame-rame menuju kawasan Patih Unus.Di situ ternyata sudah berjejer sejumlah motor besar. Sudah tahu kan teka-teki, bedanya penyepeda dan pemotor gede? Keyword jawabannya: besar dan kecil&#8230; He..he..</p>
<p>Di Pati Unus banyak pilihan menu. Kulineran. Menunya? Nasi hainan bebek panggang atau Mie Bebek Panggang&#8230;. hmmm&#8230; Kalau begini, bisa juga dibikin saja survei tiap minggu&#8230; ha..ha</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/05/18/survei-funbike/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masker Angker</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/05/05/masker-angker/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/05/05/masker-angker/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 02:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[masker]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[sepedaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[BAHWA sepedaan bikin sehat dan bugar badan, mungkin iya. Tetapi,  bahwa udara di Jakarta sangat jahanam sudah pasti. Polusi kota paling semrawut itu selalu masuk jajaran juara kota terpolutif di dunia. Nah, satu cara untuk tetap sehat gowes di Jakarta ya andalan kita cuma masker. Sudah berbagai jenis masker saya coba. Masker yang sebenarnya buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-66" title="ragam masker" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/img_2979.jpg" alt="ragam masker" width="229" height="152" />BAHWA sepedaan bikin sehat dan bugar badan, mungkin iya. Tetapi,  bahwa udara di Jakarta sangat jahanam sudah pasti. Polusi kota paling semrawut itu selalu masuk jajaran juara kota terpolutif di dunia. Nah, satu cara untuk tetap sehat gowes di Jakarta ya andalan kita cuma masker. Sudah berbagai jenis masker saya coba. Masker yang sebenarnya buat motoran saja,  saya pernah coba edikitnya tiga jenis. Ada jenis yang cebanan alias Rp 10 rebuan. Bentuknya, kayak topeng ninja. Pas dipake ya ampun, bukannya sehat malah engap. Bukan cuma bau karet, tetapi bau lem aibon juga terasa banget. Jangan-jangan kalau dipake terus malah ketagihan<em> ngelem</em>. Ada juga masker motor yang lumayan, harganya kalo enggak salah sekitar Rp 50 rebuan. Katanya, sih ada filter karbonnya segala jadi bisa menyaring polusi udara. <span id="more-65"></span>Sebenarnya masker ini lumayan enak, nafas masih bisa lancar. Pernah juga dikasih Om Nug, kuncen Humas Kompas Gramedia masker yang serius. Bentuknya kayak moncong babi. Waktu meliput musibah tsunami di Banda Aceh, akhir 2004 lalu, masker ini teruji efektif, beragam bau tidak masuk. Boleh jadi, saringannya bagus juga menyaring polusi. Cuma kalo dipaker terasa berat, dan sepertinya kita gowes saat perang kimia.<br />
Nah, belakangan saya pake masker paling anyar. <img class="alignright size-full wp-image-67" title="totobobo" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/05/img_1162.jpg" alt="totobobo kucel" width="167" height="223" /><br />
Namanya masker <a href="http://www.totobobo.com">totobobo</a>. Saya beli di Sekretariat B2w Jl Wijaya Jaksel. Masker ini harusdiakui paling nyaman. Bentuknya unik, simple banget seperti transparan bening. Ibaratnya, selain kita masih nyaman bernafas senyum kita pun masih kelihatan ha..ha.. Harganya sekitar Rp 100 ribuan. Dengan masker ini,  saringan (filter)nya terlihat cepat kotor. Filter di masker totobobo itu semakin meyakinkan bahwa udara di Jakarta memang angker.</p>
<p>Tidak diragukan lagi polusi udara Jakarta memang edan. Menurut Om Inu Febiana, senior gowes saya di B2W, idealnya sepekan sekali diganti tuh filter totobobo. Saya malah sempat mikir, kalo melihat bentuk filter pasca dipake dipake 2 hari saja jalan ke Jakarta sepertinya, tiap 2 harian sudah layak ganti. Beruntung, filter penggantinya ada yang jual. Kalau filternya enggak dijual repot juga ya? Tadinya saya sempat mikir, mencari cara mengganti filter. Om Inu usul, menggunakan saringan teh buat di dapur. Saya malah mikir menggantinya pake saringan dari bahan lain yang biasa dipake&#8230;. &#8212;ttttttiiiitt&#8212;.. (sensor). Cuma ya itu tadi, kalau make yang terakhir pasti pas gowes mikirnya jadi macem-macem.. ha..ha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/05/05/masker-angker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepedaan di Rumah</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/04/05/minoura-vfs150-g-r-trainer/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/04/05/minoura-vfs150-g-r-trainer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 15:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[bike trainer]]></category>
		<category><![CDATA[minoura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[ SEPEDAAN memang paling asyik ya di jalanan, mau off road atau on road. Asyik banget. Pake Si Kapas ato Si Koneng, rasanya asyik serasa melayang-layang. Setiap pekan, diusahakan selalu ada hari gowes ke kantor. Bisa hari Kamis atau Jumat. Kamis enak, karena Jumatnya bisa istirahat bentar, biar besok Sabtu genjot weekend lebih fit juga.
Cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-55 alignleft" title="minouravfs150gr" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/04/minouravfs150grtrainerwithremote-150x150.jpg" alt="minouravfs150gr" width="150" height="150" /> SEPEDAAN memang paling asyik ya di jalanan, mau off road atau on road. Asyik banget. Pake Si Kapas ato Si Koneng, rasanya asyik serasa melayang-layang. Setiap pekan, diusahakan selalu ada hari gowes ke kantor. Bisa hari Kamis atau Jumat. Kamis enak, karena Jumatnya bisa istirahat bentar, biar besok Sabtu genjot weekend lebih fit juga.</p>
<p>Cuma ya itu tadi, biasanya weekday sebelum kerja seringkali sepedaan ama Ayu, pacar terkasihku. Cuma kesibukan seringkali malah jadi gak sempet sepedaan berduaan keluar masuk kampung seputaran Pamulang dan sekitarnya. &#8220;Abah si enak, tiap Sabtu-Minggu bisa sepedaan ama oom-oom lain,&#8221; protes itu seringkali saya terima.<span id="more-54"></span></p>
<p>Ya, udah biar gowes bisa dilakukan kapan saja, akhir kita sepakat meminang <a href="http://performancedownhill.com/minouravfs150-g-rtrainerwithremote.aspx">Minoura VFS150-G-R Trainer</a> .  Sabtu (4/4) menyempatkan diri ke RL di Serpong. Sempet juga nyari-nyari tipe lain di toko sepeda sebelahnya. Dapetnya malah celana padding buat anaknya Yoppy, yang sepedaan ke sekolah di SMA Labschool Kebayoran Baru. Nyari nya lumayan lama, sampai si Teteh ama Aa yang kudu dijemput sekitar pukul 13.30 protes terus. Mana saat itu ada kampanye parpol yang katanya islami tapi kalo kampanye sama saja dengan parpol lainnya&#8230;</p>
<p>Nyampe sore di rumah, langsung disetting dan selesai maghrib. Udah lumayan enak dicoba, eh ternyata ada part yang belum kepasang&#8230; ha..ha. Besok-besok dirapiin lagi deh, yang penting sekarang udah bisa dipake gowes.</p>
<p>Si Bunda Ayu, langsung sumringah deh. Nah, sekarang trainer sudah di rumah. Jadi enggak ada alasan lagi, gak bisa sepedaan pas hari kerja. Jadi ceritanya, pagi-pagi udah bisa mancal sepedaan tanpa keluar rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/04/05/minoura-vfs150-g-r-trainer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bike 2 Sakolaan</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/03/11/bike-2-sakolaan/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/03/11/bike-2-sakolaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 03:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sepedaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[ADZAN subuh belum lagi usai, saat pintu kamar terbuka, Juma, 6 Maret 2009. &#8220;Bah, jadi gak sepedaan ke sekolah?&#8221; suara si Aa Ugi. Walah, semangat juga dia. Sebenarnya sudah lama dia minta izin sepedaan ke sekolahnya. Selama ini, ditolak secara halus. Bukan cuma jarak rumah-sekolah alias Permata Pamulang- Lazuardi Cinere yang sekitar 12 kilometaran, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_29" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-29" title="ugi_b2s" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/03/ugi_b2s2-150x150.jpg" alt="ugi_b2s2" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">siap-berangkat</p></div>
<p>ADZAN subuh belum lagi usai, saat pintu kamar terbuka, Juma, 6 Maret 2009. &#8220;Bah, jadi gak sepedaan ke sekolah?&#8221; suara si Aa Ugi. Walah, semangat juga dia. Sebenarnya sudah lama dia minta izin sepedaan ke sekolahnya. Selama ini, ditolak secara halus. Bukan cuma jarak rumah-sekolah alias Permata Pamulang- Lazuardi Cinere yang sekitar 12 kilometaran, tetapi tahu sendiri gimana edannya angkot atau sepeda motor di jalanan. Alasan keamanan diutamakan alias  prioritas. Rada khawatir juga. Apalagi beberapa teman menyarankan, dengan kondisi maut lalu lintas itu, sepedaan buat si Ugi sih mending buat olah raga aja dulu alias gowes weekend-an. Masalahnya, dia sering enggak ikut sepedaan akhir pekan karena kita sepedaan biasanya hari Sabtu. Nah, sementara hari Sabtu dia masih lumayan sibuk kudu les bahasa segala. Padahal yang namanya sepedaan, dia tuh udah kayak makan-minum: wajib hukumnnya.<span id="more-27"></span></p>
<p>Alasan paling gampang sih, bilang aja, untuk gowes pertama kudu ditemenin Abah. Nah, saya yang sok sibuk akhirnya belum sempet-sempet juga membayar nemenin dia gowes ke sekolah. Bagusnya, sepedaan ke sekola dia jadi  tertunda-tunda. Amanlah. Tetapi rupanya Semangat 45, si Ugi gak kunjung padam&#8212; siapa dulu dong abahnya&#8230; he..he&#8211; sampai Kamis malem itu dia SMS saat saya lagi di kantor. &#8220;Bah, jadi ya sepedaan ke sekolah besok, bah!&#8221; katanya. Ya udah, &#8220;Oke gi, Insya Allah besok sepedaan&#8221;.</p>
<p>Begitulah, walaupun badan masih agak ngantuk, semangat sepedaan si Aa Biker gak boleh dipadamin. Apalagi, dia langsung mandi&#8211; biasanya bangun leletnya minta ampyun&#8212; dan langsung berjersey Fox kesayangannya. Rasanya, sholat subuh juga udah pake jersey deh.. ha..ha. Helm dan masker disiapkan pula. Tak lupa, bandana penahan keringat sudah diikat rapi di kepala. Rear lamp dan beam udah ditest dan dipasang rapi. Kelap-kelip di ranselnya. Coba, alasan apa lagi yang bisa dipakai untuk mencegahnya sepedaan ke sekolah.</p>
<p>Si Teteh mah masih bobok. Didahului upacara pelepasan oleh si Bunda, lengkap dengan potret-potret segala sekitar pukul 5.40an kita tancap gowes ke Cinere! Si Oom Zul, goweser sebelah rumah, malah ngasih semangat juga. Tetangga yang lain sepertinya masih kemulan, pagi masih agak gelap dan dingin emang nikmat banget buat males-malesan bangun ha..ha</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-30" title="ugi-b2s1" src="http://agushermawan.com/wp-content/uploads/2009/03/ugi-b2s1-150x150.jpg" alt="ugi-b2s1" width="150" height="150" />Walah, si Mugi&#8230; pagi-pagi sudah ngacir. Sengaja dia disuruh di depan, tapi badannya yang ramping rupanya membuat ringan menggowes dan selalu meluncur terlalu jauh di depan. Teriak-teriak terus deh, jadinya &#8220;Ati-ati&#8230; angkot! Ati-ati motor!! Liat-liat&#8230;!!&#8221; Tanjakan lereng, dia agak keteteran. Sepertinya dia,  <em>loss power</em> karena salah gigi. Kalo Abah sih jangan dibilang, kalau cuma tanjakan lereng mah&#8230; dilalap&#8230; setengah jalan langsung TTB ha..ha..</p>
<p>Nyampe di rumah nenek di Cinere sekitar pukul 6.50-an lah atau sekitar 40 menit dari berangkat.  Gowes santai dan full deg-degan mantengin si Aa di depan. Nenek rupanya sudah siap menyambut. Sarapan dengan ayam dan telor dadar, nasi pandanwangi yang harum sudah menunggu. &#8220;Ha.. pantesan Ugi semangat banget sepedaan, <em>full service sih</em>&#8221; canda saya. &#8230;</p>
<p>Pukul 07.15 , dengan badan seger usai mandi Ugi berangkat ke sekolah dari rumah nenek.</p>
<p>Saya langsung tancap lagi ke rumah&#8230; pelan-pelan, cape pisan euy.. halah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/03/11/bike-2-sakolaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Biker !</title>
		<link>http://agushermawan.com/2009/02/25/happy-bikers/</link>
		<comments>http://agushermawan.com/2009/02/25/happy-bikers/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 05:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ush</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaman Baheula]]></category>
		<category><![CDATA[Sasapedahan]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agushermawan.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[
WAKTU saya kecil, uwak saya adalah seorang penjual-beli sepeda. Abah Anda namanya. Seringkali dia mampir ke rumah saya karena memang kampungnya tidak seberapa jauh. Biasanya dia memang menggunakan sepeda. Seringkali sepedanya berganti-ganti. Sekedar mengopi siang atau mengobrol, mendongeng apa saja dengan kami, para keponakannya. Lain kali, dia akan meminta mencabuti ubannya. Tentu saja dengan upah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://picasaweb.google.com/agusher/IlalangBikes/photo#5309131869369923170"><img class="pie-img alignright" style="margin: 10px;" src="http://lh3.ggpht.com/_mUjwek-9ABA/Sa3TTmN_9mI/AAAAAAAAD0k/6KCDA4YtGFY/s160-c/IMG_0473.JPG" alt="IMG_0473.JPG" width="160" height="160" /></a></p>
<p><strong>WAKTU</strong> saya kecil, uwak saya adalah seorang penjual-beli sepeda. Abah Anda namanya. Seringkali dia mampir ke rumah saya karena memang kampungnya tidak seberapa jauh. Biasanya dia memang menggunakan sepeda. Seringkali sepedanya berganti-ganti. Sekedar mengopi siang atau mengobrol, mendongeng apa saja dengan kami, para keponakannya. Lain kali, dia akan meminta mencabuti ubannya. Tentu saja dengan upah. Saya tidak ingat persis, berapa rupiah jumlahnya. Tetapi setiap kali selesai kami mencabuti uban-ubannya, selalu dia bilang, tabung dulu ya nanti kalau sudah banyak baru dibayar. Tetapi kami lebih suka meminta &#8220;upah&#8221; dengan merayu dia agar membolehkan menggunakan sepeda-sepeda kesayangannya.<span id="more-3"></span></p>
<p>Waktu kecil dulu&#8211; mungkin saya masih kelas 1-2 SD&#8211; tidak tahu persis merek sepeda-sepeda yang sekarang dikenal sebagai sepeda onthel itu bermerek apa. Yang saya ingat betul, sepeda torpedo. Belakangan memang tahu, di antaranya ada yang bermerek Gazelle (?).  Bagi anak kecil cukup sulit mengendarainya. Sepeda itu tidak menggunakan rem. Jika kita ingin mengeremnya, kita harus membalik kayuhan pedalnya. Jika tidak ahli benar, bukan berhenti yang kita dapat. Tetapi malah terjungkal ! Sepeda jaman dulu, seingat saya dibagi dua jenis: sepeda awewe (perempuan) dan sepeda lalaki. Membedakannya cukup mudah. Sepeda lelaki biasanya di bagian framnye ada palang. Karena berpalang, cukup sulit bahkan tidak mungkin bagi perempuan jaman dulu&#8211; yang kebanyakan berkain atau menggunakan rok- untuk &#8220;memancalnya&#8221;.  Mereka harus menggunakan sepeda awewe itu, yang tidak berpalang.</p>
<p>Kami&#8211; anak-anak&#8211; tidak pernah memilih sepeda. Sepeda awewen atau lelaki, sama saja bisa kami naiki. Sepeda perempuan lebih mudah memang. Tetapi sepeda lelaki dengan kaki-kaki kecil yang tak mungkin menjangkau pedal jika kami duduk di sadel? Caranya, gampang cukup memasukan kaki ke bawah palang rangka, dan kami akan menggowes sepeda dengan miring. Ajaib. Jika nekat sedikit naik pagar dan kami memancal palang sepeda dengan resiko bagian &#8220;burung&#8221; tergesek-gesek pedal.. ha..ha. Alih-alhi bergantian dengan sepupu, setiap ada yang mencoba sepeda, anak lain sudah tak sabar untuk mendapat giliran. Atau bahkan, mereka akan berlari-lari di belakang siapa pun yang menaiki sepeda..</p>
<p>Abah Anda sepertinya sangat sayang kepada semua sepeda-sepedanya. Sepedanya selalu terlihat bersih dan mengkilap. Sepertinya semua part, rangka dan ban dia lap dengan bersih. Agar mengkilap tak jarang dia menggunakan minyak keletik, minyak yang dibuat dari kelapa tua. Belum ada pengkilap pabrik seperti sekarang. Tetapi untuk bahan-bahan pernekel dia sudah menggunakan brasso. Sedangkan ban-ban sepedanya mengkilap hitam diasah semir. Dia juga tahu persis bagian-bagian apa saja yang harus dijaga. Untuk menguji kekuatan sepeda, tepatnya rangkanya, dia hanya cukup menjentikan jarinya ke batang-batang sepeda. Apakah bunyinya &#8220;Ting!!&#8221; atau &#8220;Thek..!!&#8221;  ?? Dari situ dia akan tahu, apakah itu sepeda bagus atau bukan. Demikian juga dengan cat, apakah cat asli atau cat ulang. Di kampung saya, ketika sawah masih luas sepandang mata memandang, banyak sepeda yang digunakan untuk mengangkut berkarung-karung beras dari sawah ke kampung.<br />
Abah Anda dengan antusias akan menceritakan dan membanggakan keunggulan tiap-tiap sepedanya yang dibawa.<br />
Tetapi jangan harap, Bah Anda memberikan sepeda kesayangannya untuk itu. Memerlukan rayuan maut, untuk meminjam sepeda-sepedanya..</p>
<p>Kini setiap saya menggowes, selalu teringat dia. Saya senang, karena dengan sepeda-sepedanya itulah, saya bisa mengayuh dan mengedarai sepeda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agushermawan.com/2009/02/25/happy-bikers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
