Archive

Archive for the ‘Sasapedahan’ Category

Lost in Cikole (1)

December 29th, 2009 ush 8 comments

KAMIS (24/12) selepas maghrib, saya mendapat kontak dari Gusur, teman KGC (Kompas Gramedia Cyclist) yang mengabarkan seorang teman tersesat saat offroad bersepeda di trek Cikole, Lembang Saya kebetulan sedang ternak teri di Yogya, segera menepikan kendaraan dan mengontak, Gun, teman yang dilaporkan tersesat itu.
Begitu terhubung, terdengar nada panik, was-was, nafas terengah-engah dan mungkin sieun darinya. “Saya enggak tahu di mana, bah. Di tengah hutan, gelap dan enggak tahu jalan pulang !!”.
Read more…

Categories: Sasapedahan Tags: , , ,

Jalur Sepeda di Kota, Mana Ahlinya ?

June 12th, 2009 ush 11 comments

SEMAKIN banyak orang bersepeda. Berbagai macam alasan menyertainya. Berolahraga, alat transportasi, ikut trend atau sekedar gaya-gayaan. Goweser yang bersepeda ke kantor pun tambah membanyak. Frekwensinya dari yang sepekan sekali, dua, tiga dan tiap hari. Cuma ya itu, tadi bersepeda memasuki Jakarta harus siap dengan resiko. Bukan melulu udara yang penuh polusi, tetapi juga resiko disenggol kopaja, metro mini atau motor yang selalu ngebut minta ampun.
Banyak orang mendambakan, Jakarta memiliki jalur sepeda. Pemerintah di negara maju, banyak yang sudah menyediakan jalur aman buat sepeda. Lengkap dengan rute dan tanda-tanda. Bahkan, di Bogotta, Kolombia— yang jalur buswaynya gagal dicontek Jakarta dengan transjakarta– jalur sepeda mengular dari kampung-kampung mengepung kota.
Seperti juga transjakarta, yang dibangun setengah hati, dan menuju jurang kegagalan sebagai sebuah sistem transportasi massal, Sang Ahli yang mengurus Jakarta rupanya belum tertarik membuat jalur sepeda seperti kota yang diconteknya.
Bahwa, Sang Ahli sering ikut-ikut bersepeda saat ada acara sepeda riang ria (funbike) itu soal lain. Bisa karena tuntutan seremonial sebagai pejabat yang terpaksa harus hadir dalam acara-acara masyarakat. Atau, bisa juga lebih rajin misalnya, untuk kepentingan kampanye apapun. Apalagi jika Presiden sampai tandem berdua nyonya bersepeda, masak gubernur tidak ikut bukan?
Pilihannya memang cuma dua:
lajursepeda-palembang1. Tidak perlu menuntut pemkot/pemda minta jalur sepeda, banjiri saja kota
dengan sepeda sampai akhirnya pengelola kota, menilai masyarakat memang perlu
jalur sepeda
2. Pemerintah lebih maju dan cerdik: sediakan jalur sepeda yang nyaman dan aman,
dan masyarakat diarahkan untuk menggunakan sepeda.
Tidak seperti Jakarta, pemerintah kota Palembang rupanya memilih cara ke dua. Baru-baru ini mereka membuat jalur sepeda. Sebuah langkah yang patut didukung bersama.
Selamat untuk masyarakat Palembang…

Categories: Sasapedahan Tags:

Survei Bebek Panggang

May 18th, 2009 ush 4 comments

TERNYATA sepedaan pagi-pagi banget terbukti lebih cepat. Hari masih gelap, sekitar pukul 05.30 start gowes hanya sekitar 50 menit saja sudah tiba di pelataran kantor. Biasanya sejarak 27 kilometeran itu ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menitan. Cuma memang perjalanan Minggu (17/5) pagi tadi lewat jalan depan alias Ciputat-LebakBulus- Kebayoran Lama. Biasanya, sih lewat Bukit Dago Tol-Jl Merpati-Jl Kompas- Pengairan-Bintaro Tanah Kusir. Pagi hari juga udara agak lebih bersih dan segar, dan lalu lintas masih lengang..

KGC BrotherhoodSengaja berangkat pagi, ceritany mau ikutan survey buat funbike ulang tahun Kompas, Juni mendatang. Kali ini KGC kembali mendapat tugas menyelenggarakan funbike. Sudah terbukti kok, beberapa kali KGC bikin kegiatan serupa dan sukses-sukses saja. (Dan yang jelas, bisa menghemat banyak alias gak muahal… ha..ha). Seringkali kita malah mikir, kalau ada pihak di luar kantor ngajak kita untuk bikin funbike, bisa saja kita tangani ha..ha. Bukan untuk tujuan komerasial tentu. Tidak pantas ya rasanya kalau memanfaatkan komunitas untuk kepentingan komersial. Jadi ya untuk tujuan sosial dan memperlebar persaudaraan penyepeda saja. Sekalian memasyarakatkan sepeda dan menyepedahkan masyarakat… lha? (Slogan Orba Mode: ON) Read more…

Categories: Sasapedahan Tags: , ,

Masker Angker

May 5th, 2009 ush 9 comments

ragam maskerBAHWA sepedaan bikin sehat dan bugar badan, mungkin iya. Tetapi,  bahwa udara di Jakarta sangat jahanam sudah pasti. Polusi kota paling semrawut itu selalu masuk jajaran juara kota terpolutif di dunia. Nah, satu cara untuk tetap sehat gowes di Jakarta ya andalan kita cuma masker. Sudah berbagai jenis masker saya coba. Masker yang sebenarnya buat motoran saja,  saya pernah coba edikitnya tiga jenis. Ada jenis yang cebanan alias Rp 10 rebuan. Bentuknya, kayak topeng ninja. Pas dipake ya ampun, bukannya sehat malah engap. Bukan cuma bau karet, tetapi bau lem aibon juga terasa banget. Jangan-jangan kalau dipake terus malah ketagihan ngelem. Ada juga masker motor yang lumayan, harganya kalo enggak salah sekitar Rp 50 rebuan. Katanya, sih ada filter karbonnya segala jadi bisa menyaring polusi udara. Read more…

Categories: Sasapedahan Tags: , ,

Sepedaan di Rumah

April 5th, 2009 ush 4 comments

minouravfs150gr SEPEDAAN memang paling asyik ya di jalanan, mau off road atau on road. Asyik banget. Pake Si Kapas ato Si Koneng, rasanya asyik serasa melayang-layang. Setiap pekan, diusahakan selalu ada hari gowes ke kantor. Bisa hari Kamis atau Jumat. Kamis enak, karena Jumatnya bisa istirahat bentar, biar besok Sabtu genjot weekend lebih fit juga.

Cuma ya itu tadi, biasanya weekday sebelum kerja seringkali sepedaan ama Ayu, pacar terkasihku. Cuma kesibukan seringkali malah jadi gak sempet sepedaan berduaan keluar masuk kampung seputaran Pamulang dan sekitarnya. “Abah si enak, tiap Sabtu-Minggu bisa sepedaan ama oom-oom lain,” protes itu seringkali saya terima. Read more…

Categories: Sasapedahan Tags: ,

Bike 2 Sakolaan

March 11th, 2009 ush 2 comments
ugi_b2s2

siap-berangkat

ADZAN subuh belum lagi usai, saat pintu kamar terbuka, Juma, 6 Maret 2009. “Bah, jadi gak sepedaan ke sekolah?” suara si Aa Ugi. Walah, semangat juga dia. Sebenarnya sudah lama dia minta izin sepedaan ke sekolahnya. Selama ini, ditolak secara halus. Bukan cuma jarak rumah-sekolah alias Permata Pamulang- Lazuardi Cinere yang sekitar 12 kilometaran, tetapi tahu sendiri gimana edannya angkot atau sepeda motor di jalanan. Alasan keamanan diutamakan alias  prioritas. Rada khawatir juga. Apalagi beberapa teman menyarankan, dengan kondisi maut lalu lintas itu, sepedaan buat si Ugi sih mending buat olah raga aja dulu alias gowes weekend-an. Masalahnya, dia sering enggak ikut sepedaan akhir pekan karena kita sepedaan biasanya hari Sabtu. Nah, sementara hari Sabtu dia masih lumayan sibuk kudu les bahasa segala. Padahal yang namanya sepedaan, dia tuh udah kayak makan-minum: wajib hukumnnya. Read more…

Categories: Sasapedahan Tags: ,

Happy Biker !

February 25th, 2009 ush No comments

IMG_0473.JPG

WAKTU saya kecil, uwak saya adalah seorang penjual-beli sepeda. Abah Anda namanya. Seringkali dia mampir ke rumah saya karena memang kampungnya tidak seberapa jauh. Biasanya dia memang menggunakan sepeda. Seringkali sepedanya berganti-ganti. Sekedar mengopi siang atau mengobrol, mendongeng apa saja dengan kami, para keponakannya. Lain kali, dia akan meminta mencabuti ubannya. Tentu saja dengan upah. Saya tidak ingat persis, berapa rupiah jumlahnya. Tetapi setiap kali selesai kami mencabuti uban-ubannya, selalu dia bilang, tabung dulu ya nanti kalau sudah banyak baru dibayar. Tetapi kami lebih suka meminta “upah” dengan merayu dia agar membolehkan menggunakan sepeda-sepeda kesayangannya. Read more…