Archive

Author Archive

Lost in Cikole (1)

December 29th, 2009 ush 8 comments

KAMIS (24/12) selepas maghrib, saya mendapat kontak dari Gusur, teman KGC (Kompas Gramedia Cyclist) yang mengabarkan seorang teman tersesat saat offroad bersepeda di trek Cikole, Lembang Saya kebetulan sedang ternak teri di Yogya, segera menepikan kendaraan dan mengontak, Gun, teman yang dilaporkan tersesat itu.
Begitu terhubung, terdengar nada panik, was-was, nafas terengah-engah dan mungkin sieun darinya. “Saya enggak tahu di mana, bah. Di tengah hutan, gelap dan enggak tahu jalan pulang !!”.
Read more…

Categories: Sasapedahan Tags: , , ,

Soto SBY, Jamu Soeharto..

July 31st, 2009 ush No comments

sby.jpgWAKTU jaman Orde Baru dulu, kayaknya kalo enggak salah, semasa saya SMP, ada merek jamu yang sangat terkenal. Jamu Soeharto, namanya. Jamu itu dipercaya orang kampung saya bisa menggemukan badan. Enggak tahu benar tidaknya, cuma beberapa tetangga saya, memang mengaku, setelah  minum itu jamu, badannya jadi menggemuk. Kelihatan sekali perubahan fisiknya. Pipi mereka jadi tembem-tembem. Chubby..! :) ” Coba deh minum jamu Soeharto,” katanya. Pokoknya, setelah minum jamu yang mereknya mirip nama Presiden saat itu, rakyat pun bisa tampak makmur, seperti para pemimpinnya. Gemuk ,lama dianggap sebagai lambang kemakmuran.. Read more…

Categories: Jaman Baheula, Sental-Sentil Tags:

Jalur Sepeda di Kota, Mana Ahlinya ?

June 12th, 2009 ush 11 comments

SEMAKIN banyak orang bersepeda. Berbagai macam alasan menyertainya. Berolahraga, alat transportasi, ikut trend atau sekedar gaya-gayaan. Goweser yang bersepeda ke kantor pun tambah membanyak. Frekwensinya dari yang sepekan sekali, dua, tiga dan tiap hari. Cuma ya itu, tadi bersepeda memasuki Jakarta harus siap dengan resiko. Bukan melulu udara yang penuh polusi, tetapi juga resiko disenggol kopaja, metro mini atau motor yang selalu ngebut minta ampun.
Banyak orang mendambakan, Jakarta memiliki jalur sepeda. Pemerintah di negara maju, banyak yang sudah menyediakan jalur aman buat sepeda. Lengkap dengan rute dan tanda-tanda. Bahkan, di Bogotta, Kolombia— yang jalur buswaynya gagal dicontek Jakarta dengan transjakarta– jalur sepeda mengular dari kampung-kampung mengepung kota.
Seperti juga transjakarta, yang dibangun setengah hati, dan menuju jurang kegagalan sebagai sebuah sistem transportasi massal, Sang Ahli yang mengurus Jakarta rupanya belum tertarik membuat jalur sepeda seperti kota yang diconteknya.
Bahwa, Sang Ahli sering ikut-ikut bersepeda saat ada acara sepeda riang ria (funbike) itu soal lain. Bisa karena tuntutan seremonial sebagai pejabat yang terpaksa harus hadir dalam acara-acara masyarakat. Atau, bisa juga lebih rajin misalnya, untuk kepentingan kampanye apapun. Apalagi jika Presiden sampai tandem berdua nyonya bersepeda, masak gubernur tidak ikut bukan?
Pilihannya memang cuma dua:
lajursepeda-palembang1. Tidak perlu menuntut pemkot/pemda minta jalur sepeda, banjiri saja kota
dengan sepeda sampai akhirnya pengelola kota, menilai masyarakat memang perlu
jalur sepeda
2. Pemerintah lebih maju dan cerdik: sediakan jalur sepeda yang nyaman dan aman,
dan masyarakat diarahkan untuk menggunakan sepeda.
Tidak seperti Jakarta, pemerintah kota Palembang rupanya memilih cara ke dua. Baru-baru ini mereka membuat jalur sepeda. Sebuah langkah yang patut didukung bersama.
Selamat untuk masyarakat Palembang…

Categories: Sasapedahan Tags:

Survei Bebek Panggang

May 18th, 2009 ush 4 comments

TERNYATA sepedaan pagi-pagi banget terbukti lebih cepat. Hari masih gelap, sekitar pukul 05.30 start gowes hanya sekitar 50 menit saja sudah tiba di pelataran kantor. Biasanya sejarak 27 kilometeran itu ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menitan. Cuma memang perjalanan Minggu (17/5) pagi tadi lewat jalan depan alias Ciputat-LebakBulus- Kebayoran Lama. Biasanya, sih lewat Bukit Dago Tol-Jl Merpati-Jl Kompas- Pengairan-Bintaro Tanah Kusir. Pagi hari juga udara agak lebih bersih dan segar, dan lalu lintas masih lengang..

KGC BrotherhoodSengaja berangkat pagi, ceritany mau ikutan survey buat funbike ulang tahun Kompas, Juni mendatang. Kali ini KGC kembali mendapat tugas menyelenggarakan funbike. Sudah terbukti kok, beberapa kali KGC bikin kegiatan serupa dan sukses-sukses saja. (Dan yang jelas, bisa menghemat banyak alias gak muahal… ha..ha). Seringkali kita malah mikir, kalau ada pihak di luar kantor ngajak kita untuk bikin funbike, bisa saja kita tangani ha..ha. Bukan untuk tujuan komerasial tentu. Tidak pantas ya rasanya kalau memanfaatkan komunitas untuk kepentingan komersial. Jadi ya untuk tujuan sosial dan memperlebar persaudaraan penyepeda saja. Sekalian memasyarakatkan sepeda dan menyepedahkan masyarakat… lha? (Slogan Orba Mode: ON) Read more…

Categories: Sasapedahan Tags: , ,

Masker Angker

May 5th, 2009 ush 9 comments

ragam maskerBAHWA sepedaan bikin sehat dan bugar badan, mungkin iya. Tetapi,  bahwa udara di Jakarta sangat jahanam sudah pasti. Polusi kota paling semrawut itu selalu masuk jajaran juara kota terpolutif di dunia. Nah, satu cara untuk tetap sehat gowes di Jakarta ya andalan kita cuma masker. Sudah berbagai jenis masker saya coba. Masker yang sebenarnya buat motoran saja,  saya pernah coba edikitnya tiga jenis. Ada jenis yang cebanan alias Rp 10 rebuan. Bentuknya, kayak topeng ninja. Pas dipake ya ampun, bukannya sehat malah engap. Bukan cuma bau karet, tetapi bau lem aibon juga terasa banget. Jangan-jangan kalau dipake terus malah ketagihan ngelem. Ada juga masker motor yang lumayan, harganya kalo enggak salah sekitar Rp 50 rebuan. Katanya, sih ada filter karbonnya segala jadi bisa menyaring polusi udara. Read more…

Categories: Sasapedahan Tags: , ,

Cipika Cipiki

April 21st, 2009 ush 3 comments

Entah dari mana asalnya,  sudah agak lama saya perhatikan aksi cipika-cipiki sudah seperti sudah menjadi kebiasaan orang kita. Sudah membudaya malah. Apalagi pejabat, wah setiap bertemu, : salaman terus dilanjutkan dengan cipika cipiki. Cium pipi kiri, cium pipi kanan. Menempelkan satu-satu bagian pipinya ke pejabat lainnya. Belakangan, malah tidak hanya melanda pejabat tetapi sepertinya sudah memasyarakat.  Kalau perempuan atau wanita sih biasa melakukan itu. Saya maklum, dan senang memperhatikannya. Mungkin cipika cipiki itu ungkapan rasa rindu, rasa sayang, rasa kangen, rasa-rasa baik lainnya. Biasa juga dilakukan kalau ada spesial moment, seperti ulang tahun, berhasil mencapai sesuatu  atau baru mendapat penghargaan ini-itu. Biasanya dari mulutnya juga ramai terungkap rasa kangen atau rindu mereka. “Gimana jeng, apa kabar jeng?  Suami masih kerja di tempat lama? anak-anak bagaimana? Si Putri katanya udah tunangan ya? ” dan seterusnya. Read more…

Categories: Sental-Sentil Tags: , ,

Sepedaan di Rumah

April 5th, 2009 ush 4 comments

minouravfs150gr SEPEDAAN memang paling asyik ya di jalanan, mau off road atau on road. Asyik banget. Pake Si Kapas ato Si Koneng, rasanya asyik serasa melayang-layang. Setiap pekan, diusahakan selalu ada hari gowes ke kantor. Bisa hari Kamis atau Jumat. Kamis enak, karena Jumatnya bisa istirahat bentar, biar besok Sabtu genjot weekend lebih fit juga.

Cuma ya itu tadi, biasanya weekday sebelum kerja seringkali sepedaan ama Ayu, pacar terkasihku. Cuma kesibukan seringkali malah jadi gak sempet sepedaan berduaan keluar masuk kampung seputaran Pamulang dan sekitarnya. “Abah si enak, tiap Sabtu-Minggu bisa sepedaan ama oom-oom lain,” protes itu seringkali saya terima. Read more…

Categories: Sasapedahan Tags: ,

Curhat SMS

March 31st, 2009 ush 9 comments

IMG_0153.JPGPESAN pendek alias   short message service (SMS)  sudah tak terpisahkan dari kita. Dia sudah seperti mulut kita. Siap setiap saat menyampaikan pesan atau kata-kata apa saja. Coba ya saya inventarisasi, mulai dari bertanya, menanyakan kabar, mengkonfirmasi, meneruskan pesan, merayu, memuji, menagih utang atau janji mengirim pantun, humor, potongan puisi,ucapan selamat hingga mengajak selingkuh. Kata-katanya bisa mendayu-dayu, sedih, gembira, atau ngeres. Semua bisa dikirim, bahkan suasana hati kita dengan simbol-simbol khusus mulai dari senang, tertawa :) hingga sebel atau cemberut :( Bahasa SMS kini bolehlah kini dilist dalam bahasa-bahasa di dunia.

SMS itu sudah bisalah mewakili kita dalam berkata-kata. Makanya saya menilai, sifat atau karakter seseorang itu bisa tercermin dari SMS-SMS-nya. Atau, bagaimana cara dia menangani SMS yang masuk ke handphonenya atau cara dia menanggapi sebuah SMS. Hal seperti ini bisa dirunut juga dari cara orang itu memilih HP pegangannya: apakah orangnya ramah, humoris, judes, formal, sok pejabat, sok penting, snob, hemat, boros atau ngirit banget yang sudah dibedakan dengan pelit.

Saya misalnya, selalu mencoba segera membalas SMS-SMS yang masuk ke telepon genggam saya. Diusahakan pula menggunakan kata-kata pribadi, bukan dengan kata-kata instan yang biasanya sudah tersedia di HP kita, seperti “ok, I’ll be waiting for.… dst”

Namun seperti juga orang lain sering mengalami, tidak jarang SMS-SMS yang kita kirim itu tidak dibalas atau tidak berbalas. Berdasarkan pengalaman ada beberapa penyebab mengapa seseorang yang kita kirimi SMS (receiver) tidak menjawab SMS kita.

- Tidak sempat membalas: Ini bisa disebabkan orang itu sibuk banget atau situasinya memang tidak memungkinkan membalas SMS kita. Misalnya dia sedang menyetir atau lagi numpak kendaraan bermotor. Sangat beresiko celaka, jika orang sedang menyetir atau naik montor jawab SMS bukan? Mungkin juga dia sedang berada dalam situasi penting: rapat dengan boss misalnya, kan enggak mungkin si boss ngecap ke sana ke mari, sementara kita sibuk mememencet tuts HP buat membalas SMS. Tetapi ada juga lo bos yang bikin bete, saat kita ngomong dalam sebuah meeting dia malah sibuk mempermainkan HP-nya. Tadinya saya kira dia mencatat apa yang diomongkan anak buah dengan smartphone canggihnya– Blackberry Storm, I-Phone, Communicator E90 atau apa saja– eh ternyata dia menerima-kirim SMS. Entahlah buat, siapa. Tetapi saya curiga untuk selingkuhannya. Dalam banyak hal, selingkuhan ini lebih penting dibanding semua hal terpenting di dunia ini bukan..? Read more…

Categories: Sental-Sentil Tags: ,

Manusia Lebih Galak dari Macan?

March 16th, 2009 ush 2 comments

Enggak ada macan makan anaknya. Atau, segalak-galaknya macan, enggak akan makan anaknya. Peribahasa itu dibuat biasanya untuk menunjukan, sejahat-jahatnya ortu enggak akan deh menganiaya anaknya.Kalaupun memarahi, katanya, ya itu cuma ungkapan kasih sayang saja.
Makanya, saya enggak ngerti banget kalau ada ortu menyiksa anaknya dari menjewer, menampar, memukul, bahkan memecutnya dengan kopel atau ikat pinggang. Read more…

Categories: Sental-Sentil Tags: , ,

Siomay Rasa Hormon

March 14th, 2009 ush 3 comments

ENTAH pasar udah penuh. Atau udah kebiasaan. Mungkin juga nyasar atau hobinya jalan-jalan.. Pedagang berbagai makanan dari pagi ampe tengah silih berganti memasuki komplek saya. Nih ya saya sebut dari subuh: tukang roti keliling menawarkan rasa keju sampai 3 rasa (pisang, coklat, keju), terus tukang bacang (ke komplekku gak ada yang berani nawarin bacang babi) atau bakpau.
Pagian dikit, tukang bubur ayam atau Pasukan BKHKI (bubur kacang hijau ketan item) mulai teriak atau tingting-tingting mangkok, kadang-kadang lewat juga tukang ketoprak (heran pagi2 juga suka ada yang beli ya tuh ketoprak, apa gak muncrut yak?)… Tukang sayur enggak saya itung…
Siangan dikit, baru deh giliran tukang bakso dari tukang bakso bening sampe mie ayam. Tukang bakso itu banyak juga, macem-macem rasa sampai tetangga ngasih nama sendiri ada bakso gerobak, bakso sepeda, bakso motor sampai bakso tonggi– maaf, krn tukang baksonya tonggxx. Begitu pula tukang siomay: siomay dorong, siomay sepeda sampei siomay motor.
Sorean dikit masuk lagi tukang empek-empek, tukang kembang tahu sampai kembang beneran. Kadang-kadang lewat juga tukang roti bakar bandung. Tukang es krim juga dari yang sepedaan sampai yang bikin di situ, di atas mobil pik up. Kalo sore juga sering kembali lagi si tukang roti, kalo sore malah ada tukang roti panas segala..
Pokoknya, setiap hari terus begitu. Masuk malem biasanya masuk tukang nasi goreng, tukang sate ayam atau mie dokdok. Teriakannya khas, bahkan dari bunyi-bunyian yang mereka tabuh kita sudah tahu makanan apa yang mereka jual. Makanya ada yang namanya mie dokdok ampe mie tek-tek. Belum lagi, sate padang pariaman yang si udanya pernah cerita kalo saat dia keliling bertemu kuntilanak… halah… Read more…