Home > Sasapedahan > Garing.com — Gowes Jakarta-Palembang (4)

Garing.com — Gowes Jakarta-Palembang (4)

December 14th, 2011 Leave a comment Go to comments

Banyak cerita garing, lucu, ngeselin di sepanjang perjalanan. Lumayan menghibur di saat nafas habis dan dada terbakar diperkosa tanjakan-tanjankan dan rolling-rolling panjang

Ginseng Ngantuk

Salah seorang penggowes senior peserta JSJP yang dipanggil Pak Yos terlihat gowes selalu menggunakan teknik dengan power, bukan ngicik (candencing) seperti yang lain. Rupanya, belakangan dia mengaku mengkonsumsi ginseng untuk menjaga staminanya.

Nah,  Yana peserta dari KGC pun penasaran. Dia merengek meminta rahasia kesaktian Pak Yos itu. Di etape ke-5 (Baturaja-Tanjungenim), Yana pun mengunyah ginseng sebesar ujung jari itu. Hasilnya ? Dia malah terlihat loyo dan tak berdaya. “Kayaknya, salah ginseng deh. Bukan ginseng kuat, tapi gue dikasih ginseng cepat tidur,” kata Yana pasrah.

Nasi Boks

Tahukah Anda, salah satu trauma yang “ditakutkan” para peserta JSJP? Bukan tanjakan atau cuaca panas dengan empat matahari di atas kepala, melainkan nasi boks! Ha..ha, untuk kemudahan panitia memang menyediakan nasi boks untuk makan . Bukan saja makan siang, tetapi makan malam. Isinya memang sangat memadai, memenuhi syarat gizi.

“Tetapi pas liat boks, udah nebak-nebak isinya apa” kata seorang peserta. Beberapa di antaranya, suka sengaja mencari sop atau kuah panas di luar hotel.  Beruntung panitia cepat tanggap, di beberapa etape nasi boks pun lenyap dan berganti dengan menu prasmananan. Resikonya, hidangan cepat ludes karena penggowes perutnya seperti sumur semua.

Etape palsu

Salah satu etape terberat dan terpanjang adalah etape Kotabumi-Baturaja, lengkap dengan tanjakan dang owes malam alias night ride. Di status FB, di Twitter peserta pun ramai sejak pagi ditulis, etape 3: 147 km berdasarkan ageda panitia. Lha, gowes sampai pukul 19.00 lewat dan tiba di Martapura, tim sudah menggowes 147 km ternyata belum nyampe ke Baturaja. Padahal jarak antara Kotabumi-Baturaja itu sekitar 30 km. “Kita emang akan NR sejauh itu,” ujar seorang panitia dengan wajah tanpa dosa. Lha, berarti jaraknya bukan 147 km dong.

He..he rupanya, panitia sengaja ngapusi peserta tidak mengubah jarak Kotabumi-Baturaja menjadi 167,5 km. “Kalao ditulis bisa komplen tuh mereka,” Rupanya bukan Ayu Tingting saja yang mencari alamat palsu, jarak etape pun bisa palsu  wkwkwkw….

Didorong-Mendorong

Tanjakan di sejumlah etape, seperti di Bakahuni, Bukit Kemuning atau Simpang Meo terus terang saja membuat lutut copot dan dada terbakar. Sementara tim harus tetap dalam satu rombongan besar.  Nah, untuk itu memang ada tim kuda yakni para marshal yang membantu mendorong peserta yang tercecer. “Enggak malu didorong, Mas? “

Alasannya gampil: “Enggaklah, gue kan enggak minta didorong dan  demi kekompakan tim…”

Mabok laut

Boleh aja menyebut diri jago gowes dan kuat di tanjakan. Tetapi soal mabok laut ternyata tanpa pandang dengkul. Sejumlah peserta ternyata pucat pasi saat menyeberang dari Merak_Bakauhuni. “Gue mending naek helikopter deh dari pada naek kapal ferry,” ujar seorang KGC senior, Wajahnya pucat dan air matanya keluar setelah mendapat “jackpot” alias muntah akibat mabok laut.

Belakangan dia beralasan mabok laut itu, modus saja. “Kalau gue enggak kuat nanjak kan maklum, gw lemes karena mabok laut……”

Ontel remaja

Di Jakarta dan kota-kota lain, para penggemar sepeda onthel umumnya sudah mirip sepedanya: berpenampilan tuwir alias jadul. Pakaiannya pun seringkali bergaya jaman perjoeangan dulu. Eh, di Kotabumi Lampung Utara enggak lo. Di kota ini, para penggemar onthel ternyata bocah-bocah SMP, SMA. Sepedanya pun enggak kalah kelir, dicat beragam seperti sepeda fiksi. Moral cerita: sepeda tidak membedakan umur… he..he

Gowes Jablay

Untuk  menjaga kekompakan dan semangat, tim JSJP mempunyai yel “Gowes Jamblang! Maju terus, sampai tujuan!” Di saat tenaga habis terkuras, atau dilanda kebosanan biasanya salah dua orang akan meneriakan “Gowes Jamblang!” yang lain akan menjawab rame-rame “Maju terus, sampai tujuan!”

Yel itu lumayan ampuh kalau diteriakan pagi hari. Cuma semakin siang, bukan saja sepi jawaban, yel pun terkadang berubah, “Gowes Jablay…. ! Maju terus, sampai tanjakan….” (abah, InfoKita, eds November 2011)

 

Categories: Sasapedahan Tags:
  1. August 28th, 2012 at 13:24 | #1

    Nunggu cerita oleh2 euobike ah….plus gowes bal8 komodo…

  2. August 12th, 2013 at 13:12 | #2

    Mantap blognya Mas Agus.

    Salam

  3. November 13th, 2013 at 09:26 | #3

    ok

  1. No trackbacks yet.