”Fun Bike” Terpanjang! – Gowes Jakarta-Palembang (2)

”Fun Bike” Terpanjang!

Bagi yang tidak terbiasa bersepeda, umumnya terbayang pun tidak menjalani perjalanan sepanjang 820 km dalam tujuh etape dengan kontur jalan beragam, rolling, menurun dan menanjak. ”Enggak kebayang! Enggak akan kuat deh, ” komentar beberapa orang. Sebaliknya, bagi para pencinta olahraga bersepeda, perjalanan dengan jarak panjang—dikenal dengan touring—merupakan tawaran yang menantang. ”Yang penting bagaimana mengelola tenaga saja. Mirip fun bike dengan rute panjang. Lagian, kita tinggal gowes saja, tidak memikirkan yang lain,” ujar Cak Kris, peserta dari Kompas Gramedia Cyclist (KGC), mengibaratkan.

Tidak mengherankan jika panitia kewalahan menerima pendaftaran mereka yang berminat mengikuti JSJP. Bahkan, banyak di antara mereka yang bersedia membayar asalkan bisa ikut serta dalam perjalanan kali ini. Sejumlah pesepeda bahkan ”menguntit” tim jelajah. Satu rombongan mengikuti etape pertama Jakarta-Merak. Sementara pesepeda dari Bukit Asam, Muara Enim, mengikuti tim dari Prabumulih hingga Palembang.

Mereka yang berasal dari Jakarta beruntung karena bisa berlatih bersama setiap akhir pekan dengan menu 90-100 km. ”Latihan bersama itu lebih untuk menyamakan irama saja sehingga kami bisa kompak,” kata RC Marta Mufreni yang merangkap pelatih tim. Marta bukannya tidak khawatir dengan rombongan besar perjalanan kali ini. ”Untungnya, sebagian besar, 24 peserta, berasal dari KGC sehingga rombongan besar bisa cepat cair,” katanya.

Dalam waktu singkat, rombongan yang berasal dari sejumlah komunitas dan kota itu bisa padu dalam tim yang utuh. Solidaritas dan kebersamaan yang tinggi juga terlihat dari aksi bahu-membahu membantu mereka yang mengalami kelelahan, terutama di tanjakan-tanjakan panjang dan tajam. Selain ketahanan fisik yang bisa dilatih, satu hal penting dalam perjalanan panjang sepeda, seperti JSJP, adalah mental tidak kenal menyerah.

”Semua pasti bisa melakukan perjalanan seperti ini. Tinggal mentalnya saja disiapkan,” ujar Marta. Jika mental tidak siap, ya sudah pasti mental ya, Om? (ush)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *