Home > Sasapedahan > Jalur Sepeda di Kota, Mana Ahlinya ?

Jalur Sepeda di Kota, Mana Ahlinya ?

SEMAKIN banyak orang bersepeda. Berbagai macam alasan menyertainya. Berolahraga, alat transportasi, ikut trend atau sekedar gaya-gayaan. Goweser yang bersepeda ke kantor pun tambah membanyak. Frekwensinya dari yang sepekan sekali, dua, tiga dan tiap hari. Cuma ya itu, tadi bersepeda memasuki Jakarta harus siap dengan resiko. Bukan melulu udara yang penuh polusi, tetapi juga resiko disenggol kopaja, metro mini atau motor yang selalu ngebut minta ampun.
Banyak orang mendambakan, Jakarta memiliki jalur sepeda. Pemerintah di negara maju, banyak yang sudah menyediakan jalur aman buat sepeda. Lengkap dengan rute dan tanda-tanda. Bahkan, di Bogotta, Kolombia— yang jalur buswaynya gagal dicontek Jakarta dengan transjakarta– jalur sepeda mengular dari kampung-kampung mengepung kota.
Seperti juga transjakarta, yang dibangun setengah hati, dan menuju jurang kegagalan sebagai sebuah sistem transportasi massal, Sang Ahli yang mengurus Jakarta rupanya belum tertarik membuat jalur sepeda seperti kota yang diconteknya.
Bahwa, Sang Ahli sering ikut-ikut bersepeda saat ada acara sepeda riang ria (funbike) itu soal lain. Bisa karena tuntutan seremonial sebagai pejabat yang terpaksa harus hadir dalam acara-acara masyarakat. Atau, bisa juga lebih rajin misalnya, untuk kepentingan kampanye apapun. Apalagi jika Presiden sampai tandem berdua nyonya bersepeda, masak gubernur tidak ikut bukan?
Pilihannya memang cuma dua:
lajursepeda-palembang1. Tidak perlu menuntut pemkot/pemda minta jalur sepeda, banjiri saja kota
dengan sepeda sampai akhirnya pengelola kota, menilai masyarakat memang perlu
jalur sepeda
2. Pemerintah lebih maju dan cerdik: sediakan jalur sepeda yang nyaman dan aman,
dan masyarakat diarahkan untuk menggunakan sepeda.
Tidak seperti Jakarta, pemerintah kota Palembang rupanya memilih cara ke dua. Baru-baru ini mereka membuat jalur sepeda. Sebuah langkah yang patut didukung bersama.
Selamat untuk masyarakat Palembang…

Categories: Sasapedahan Tags:
  1. sulis
    June 12th, 2009 at 09:04 | #1

    di kiri jalur sepedah, di kanan busway…lho jalur saya mana? kata supir angkot…apa usulin aja jalan raya di jakarta bikin tingkat ajah kaliii….:)

  2. dendi andrian
    June 12th, 2009 at 10:59 | #2

    semaleman pasang sepanduk ama jalur sepeda keliling kambang iwak mudah mudahan nambah sampai merdeka dan sudirman palembang

  3. June 12th, 2009 at 11:50 | #3

    mantap….

  4. sahrudi
    June 17th, 2009 at 16:17 | #4

    gan, rekomendasiin dong toko sepeda yang bagus di tangsel…

  5. June 19th, 2009 at 07:53 | #5

    @sahrudi: ini oom sahrudi yang saya kenal? japri gw deh, ntar gw anter bikin sepedanya.

  6. June 19th, 2009 at 07:54 | #6

    @dendi: ayo doong, diupdate gimana jalur sepeda palembangnya. biar kota-kota lain pada ngiri…

  7. June 19th, 2009 at 07:55 | #7

    he..he emang kue lapis, jalan ditingkat-tingka….
    @sulis

  8. sahrudi
    June 24th, 2009 at 11:13 | #8

    ush :
    @sahrudi: ini oom sahrudi yang saya kenal? japri gw deh, ntar gw anter bikin sepedanya.

    iya, gan, ini sahrudi tea, tapi kasih gambaran budgetnya dulu biar siap-siap gituhh…

  9. July 1st, 2009 at 11:56 | #9

    Wilujeung tepang oom…

    Maap nyelonong masuk, keasyikan cari2 artikel seputar sepeda, maklum newbie soal B2W.
    Salam kenal n salam gowes aja..

    Btw, ini Oom agus suaminya Ayu “Dateline” bukan?

  10. July 6th, 2009 at 10:35 | #10

    halo, edo. salam gowes juga… ya, ayu itu pacar saya banget… he..he

  11. July 6th, 2009 at 11:15 | #11

    @ush

    Ok, salam aja buat pacar-nya deh.. kapan2 aku main2 lg ke Dateline :)

  12. yudha
    October 18th, 2013 at 12:04 | #12

    ganbate …

  13. yudha
    October 18th, 2013 at 12:08 | #13

    mantap…

  1. No trackbacks yet.