Cipika Cipiki

Entah dari mana asalnya,  sudah agak lama saya perhatikan aksi cipika-cipiki sudah seperti sudah menjadi kebiasaan orang kita. Sudah membudaya malah. Apalagi pejabat, wah setiap bertemu, : salaman terus dilanjutkan dengan cipika cipiki. Cium pipi kiri, cium pipi kanan. Menempelkan satu-satu bagian pipinya ke pejabat lainnya. Belakangan, malah tidak hanya melanda pejabat tetapi sepertinya sudah memasyarakat.  Kalau perempuan atau wanita sih biasa melakukan itu. Saya maklum, dan senang memperhatikannya. Mungkin cipika cipiki itu ungkapan rasa rindu, rasa sayang, rasa kangen, rasa-rasa baik lainnya. Biasa juga dilakukan kalau ada spesial moment, seperti ulang tahun, berhasil mencapai sesuatu  atau baru mendapat penghargaan ini-itu. Biasanya dari mulutnya juga ramai terungkap rasa kangen atau rindu mereka. “Gimana jeng, apa kabar jeng?  Suami masih kerja di tempat lama? anak-anak bagaimana? Si Putri katanya udah tunangan ya? ” dan seterusnya. Continue reading Cipika Cipiki

Sepedaan di Rumah

minouravfs150gr SEPEDAAN memang paling asyik ya di jalanan, mau off road atau on road. Asyik banget. Pake Si Kapas ato Si Koneng, rasanya asyik serasa melayang-layang. Setiap pekan, diusahakan selalu ada hari gowes ke kantor. Bisa hari Kamis atau Jumat. Kamis enak, karena Jumatnya bisa istirahat bentar, biar besok Sabtu genjot weekend lebih fit juga.

Cuma ya itu tadi, biasanya weekday sebelum kerja seringkali sepedaan ama Ayu, pacar terkasihku. Cuma kesibukan seringkali malah jadi gak sempet sepedaan berduaan keluar masuk kampung seputaran Pamulang dan sekitarnya. “Abah si enak, tiap Sabtu-Minggu bisa sepedaan ama oom-oom lain,” protes itu seringkali saya terima. Continue reading Sepedaan di Rumah