Home > Sental-Sentil > Curhat SMS

Curhat SMS

IMG_0153.JPGPESAN pendek alias   short message service (SMS)  sudah tak terpisahkan dari kita. Dia sudah seperti mulut kita. Siap setiap saat menyampaikan pesan atau kata-kata apa saja. Coba ya saya inventarisasi, mulai dari bertanya, menanyakan kabar, mengkonfirmasi, meneruskan pesan, merayu, memuji, menagih utang atau janji mengirim pantun, humor, potongan puisi,ucapan selamat hingga mengajak selingkuh. Kata-katanya bisa mendayu-dayu, sedih, gembira, atau ngeres. Semua bisa dikirim, bahkan suasana hati kita dengan simbol-simbol khusus mulai dari senang, tertawa :) hingga sebel atau cemberut :( Bahasa SMS kini bolehlah kini dilist dalam bahasa-bahasa di dunia.

SMS itu sudah bisalah mewakili kita dalam berkata-kata. Makanya saya menilai, sifat atau karakter seseorang itu bisa tercermin dari SMS-SMS-nya. Atau, bagaimana cara dia menangani SMS yang masuk ke handphonenya atau cara dia menanggapi sebuah SMS. Hal seperti ini bisa dirunut juga dari cara orang itu memilih HP pegangannya: apakah orangnya ramah, humoris, judes, formal, sok pejabat, sok penting, snob, hemat, boros atau ngirit banget yang sudah dibedakan dengan pelit.

Saya misalnya, selalu mencoba segera membalas SMS-SMS yang masuk ke telepon genggam saya. Diusahakan pula menggunakan kata-kata pribadi, bukan dengan kata-kata instan yang biasanya sudah tersedia di HP kita, seperti “ok, I’ll be waiting for.… dst”

Namun seperti juga orang lain sering mengalami, tidak jarang SMS-SMS yang kita kirim itu tidak dibalas atau tidak berbalas. Berdasarkan pengalaman ada beberapa penyebab mengapa seseorang yang kita kirimi SMS (receiver) tidak menjawab SMS kita.

- Tidak sempat membalas: Ini bisa disebabkan orang itu sibuk banget atau situasinya memang tidak memungkinkan membalas SMS kita. Misalnya dia sedang menyetir atau lagi numpak kendaraan bermotor. Sangat beresiko celaka, jika orang sedang menyetir atau naik montor jawab SMS bukan? Mungkin juga dia sedang berada dalam situasi penting: rapat dengan boss misalnya, kan enggak mungkin si boss ngecap ke sana ke mari, sementara kita sibuk mememencet tuts HP buat membalas SMS. Tetapi ada juga lo bos yang bikin bete, saat kita ngomong dalam sebuah meeting dia malah sibuk mempermainkan HP-nya. Tadinya saya kira dia mencatat apa yang diomongkan anak buah dengan smartphone canggihnya– Blackberry Storm, I-Phone, Communicator E90 atau apa saja– eh ternyata dia menerima-kirim SMS. Entahlah buat, siapa. Tetapi saya curiga untuk selingkuhannya. Dalam banyak hal, selingkuhan ini lebih penting dibanding semua hal terpenting di dunia ini bukan..?

Bisa juga orang yang dikirim (receiver) itu berniat membalas SMS Anda saat membacanya. Tetapi karena tidak sempat dan menundanya, dia kelupaan untuk membalas pada saat yang memungkinkan.

-Operator atau provider memble: Mohon maklum, kita tinggal di Indonesia,di mana pelayanan pelanggan atau konsumen masih mimpi. Biarpun sudah bayar mahal kita cuma bisa kesal atau menggerutu jika mendapat pelayanan buruk. Istilah, pelanggan adalah raja, buat banyak penyedia jasa di kita adalah cuma ada di iklan.  Seringkali SMS kita nyampe di receiver tertunda, bisa berjam-jam atau keesokan harinya. Bahkan, gagal kirim. Kalau sudah begitu ya, wassalam..Jadi cerita banyak orang jika janji batal gara-gara SMS mereka tidak terkirim  atau gagal kirim. Gosip lama juga jika ada orang bertengkar atau bercerai gara-gara SMS salah kirim, atau SMS nyasar.

SMS kita tidak (dianggap) penting: Janganlah terlalu yakin SMS kita selalu dibalas oleh orang yang dikirimi SMS itu. Bisa jadi SMS kita itu enggak penting, garing atau basi. Jadi orang dimaksud, tidak merasa penting juga membalasnya. Bisa karena hemat pulsa atau orang-orang seperti itu hidupnya terlalu formal, kering, dan cukup tidak bahagia untuk membalas SMS-SMS ringan Anda. Sebaiknya, Anda tidaklah usah mengirimi  SMS semacam itu kepada orang begitu. Percuma.  Tetapi jangan salah, bisa juga bukan isi SMS-nya yang tidak dianggap dianggap penting. Bisa pula justru Anda sendiri yang dianggap tidak penting (!). Ha..ha jangan berkecil hati, biasanya orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang sok pejabat, sok penting atau jaim alias jaga image. Bayangkan, Anda sudah semangat mengirim SMS yang menurut Anda penting, eh, si receiver hanya membuka dan membacanya sekilas setelah melihat sender-nya Anda. Artinya, Anda cuma dilihat sebelah mata saja dan bukan siapa-siapa bagi dia. Kasian deh lo… Tetapi saya sarankan Andalah yang justru harus mengasihani si receiver macam tadi. Pada saatnya orang-orang seperti itu tidak akan memiliki teman. Bagi saya, teman adalah segalanya dan merekalah tempat kita kembali, berkumpul dan mendapatkan kebahagiaan.

-Pulsa habis atau Ngirit Pulsa: Wah, kalau ini asli “kecelakaan”. Mengirim SMS ke teman yang pulsa-nya habis, ibarat peribahasa masuk ke luar telinga kiri ke luar telinga kanan. Omongan kita sepertinya enggak dianggep. SMS macam apa pun, termasuk pemberitahuan mendapatkan hadiah rumah di Pondok Indah atau mobil Mercedes Benz seri terbaru tidak akan terbalas. Sialnya, karena habis pulsa kita tidak akan tahu apa yang terjadi karena menunggu sampai keluar uban pun, SMS kita tidak akan terbalas. Biasanya, kita baru ngeh jika bertemu muka dengan Si Pulsa Habis pada saat kemudian. Orang itu biasanya cengar-cengir tanpa dosa, dan meminta sorry jika dia tidak membalas SMS kita karena pulsanya habis. Anehnya, kenapa dia tidak menjawab kemudian SMS kita begitu pulsanya terisi kembali. Dasar..! Mungkin dari cara dia menggunakan pra bayar atau pulsa isi ulang saja, kita sudah bisa menebak teman kita itu bagaimana karakternya bukan. Boleh jadi hemat dan penuh perhitungan.

-Ganti nomor: He..he tidak usahlah dibahass. Kalau nomornya sudah ganti ya mengirim SMS sebanyak apa pun tidak akan diterima pesannya bukan? Cuma, mbok ya sebelum buang nomor lama dan akan menggunakan nomor baru, beritahulah dunia bahwa nomor HP Anda sudah berubah..

-Sombong, sok, tidak peduli orang lain: Kita juga bisa menebak-nebak seseorang itu sombong atau tidak peduli orang lain. Jangan harap Anda akan mendapat balasan SMS atau perhatian dari orang-orang seperti ini. Orang-orang seperti ini hanya mengirim SMS jika dia memang membutuhkan orang lain. SMS kita sepenting apa pun– apalagi cuma basa-basi– tidak akan dipedulikan, diabaikan, dilecehkan, diinjek, wah.. he..he Saya biasanya langsung mendelete nama dia dari contact list handphone orang-orang seperti ini. Bukan karena datanya akan memenuhi memori HP murah saya, tetapi saya pikir dia pasti akan meng-SMS saya jika memang membutuhkan.

Saya menganggap SMS  adalah teknologi yang ramah. Dia membantu saya, menyapa, say hello atau memperpanjang silaturahmi dengan teman-teman saya di mana pun. Cobalah SMS saya, kapanpun pasti saya reply. Ups! Apa saya ketagihan SMS ya?  he..he

Categories: Sental-Sentil Tags: ,
  1. March 31st, 2009 at 09:53 | #1

    haha..saya lebish sering yang pertama kang…, kelupaan gara2 ditunda

  2. Darmanto
    March 31st, 2009 at 09:53 | #2

    Kang Ush, terima kasih buat artikel yang ringan tapi menyentil….hehehe
    Memang sekarang enak sekali dgn adanya fasilitas sms, sehingga ketika kita dlm sikon nggak mungkin berbicara lewat mulut, masih bisa menyampaikan berita lewat sms.

    Sebetulnya saya mau membuktikan apa betul kang Ush selalu membalas sms yg masuk, tapi saya nggak tau no. hp kang Ush, jadi saya kirim sms ke teman yang sudah saya tau nomornya aja :)

    Knp tulisan ini nggak masuk di blog Kompasiana, kang ?

  3. March 31st, 2009 at 13:03 | #3

    @didit: kalo dulu di radio suka ada kirim-kiriman lagu: ada ubi, ada talas… kalau ada waktu, tolong dibalas.. he..he
    @darmanto: kudu tanya mas didit dulu, mas.. kalo double posting di blog boleh gak? SMS saya, bukannya udh ada di h,phone nya mas??

  4. March 31st, 2009 at 16:14 | #4

    @ush:wuahh….double posting sih oke-oke aja, nggak ada yang larang toh.. :-)
    tapi pasti tambah pegel dikit aja..

  5. rinn1
    April 1st, 2009 at 10:05 | #5

    saya termasuk yg rajin bales sms pdhl sms itu ga penting hehehe gmn ya, ada perasaan bersalah aja kalo sampe ga dibales soalnya pulsa {diusahain} selalu ada jg ga ada alasan ga bales sms krn ga ada pulsa :-D

    paling yg nomor 1 itu, biasanya iya krn dah buka sms trs mo bales..eh ada yg ngajak ngobrol {terutama si bos}, jd maksudnya mo ditunda malah kelupaan bales..tp biasanya tetep dibales kok….

    dan biasanya jg kalo saya sms suka pada dibales, makanya ga enak kalo ga balik ngebales teh..hehe

  6. April 1st, 2009 at 10:07 | #6

    saya termasuk yg rajin bales sms pdhl sms itu ga penting hehehe gmn ya, ada perasaan bersalah aja kalo sampe ga dibales soalnya pulsa {diusahain} selalu ada jd ga ada alasan ga bales sms krn ga ada pulsa :-D

    paling yg nomor 1 itu, biasanya iya krn dah buka sms trs mo bales..eh ada yg ngajak ngobrol {terutama si bos}, jd maksudnya mo ditunda malah kelupaan bales..tp biasanya tetep dibales kok….

    dan biasanya jg kalo saya sms suka pada dibales, makanya ga enak kalo ga balik ngebales teh..hehe

  7. April 1st, 2009 at 10:14 | #7

    @ rinn: he.. he sama. SMS gak dibales itu kayak ngajak omong dikacangin ya??

  8. Amenk
    February 5th, 2010 at 16:17 | #8

    wah kalo sy seringnya masuk no 1 juga tuh sm kaya om diditho..
    mulai sekarang harus lebih sigap yak.. kasian kacangnya kalo sampe garing.. ;-D

  9. Deny
    February 17th, 2010 at 09:07 | #9

    Beueueuh… Ini mah curhat bener2 bisa2 dipotong honor tah hehehe. Hanjakal tulisan2 di blog ini teh kurang sering. Padahal banyak buat pencerahan…komo pas Tragedi Cikole mah…

  1. No trackbacks yet.